IKLAN

Lakukan Penggelapan Pajak, Sejumlah Tempat Hiburan Malam dan Spa Terancam Ditutup


Pimpinan dan anggota pansus, saat melakukan sidak di salah satu spa di Manado.

Pimpinan dan anggota pansus, saat melakukan sidak di salah satu spa di Manado.

MANADO – Ketua Pansus LKPJ Walikota tahun 2014 Victor Polii menegaskan 80 persen tempat hiburan malam dan Spa melalukan penggelapan pajak. Kasus tersebut terjadi melalui penyelewengan bon penjualan (bill) yang tidak mendapat legitimasi dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Manado.

Hal tersebut, dibuktikan saat Tim Pansus melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), Jumat (17/04) ke sejumlah tempat hiburan malam dan spa. “Yang paling banyak kami temukan adalah kasus bon penjualan (bill) tidak mendapat legalisasi dari Dispenda,” kata Polii.

Dia menjelaskan, apa yang dilakukan oleh sejumlah tempat hiburan malam dan spa, merupakan kategori penggelapan pajak dan ini pengelola bisa dikenakan pidana dan denda. Pengelola  wajib menyetor pajak sebesar 20 persen dari pendapatan, tetapi ditemukan mereka membayar pajak dibawah ketentuan yang ada.

Bon Penjualan yang  tidak diporporasi

Bon Penjualan yang tidak diporporasi

“Wajib membayar pajak 20 persen, tapi yang kami temukan pengelola hanya membayar pajak tidak sesuai dengan ketentuan. Itu hasil pemeriksaan bill,” ungkapnya.

Lebih lanjut Polii mengatakan, hasil dari sidak akan diproses dalam laporan sebagai dugaan pelanggaran dan penggelapan pajak.  “Sengaja atau tidak, tetap akan kami proses dalam laporan sebagai dugaan pelanggaran pajak,” tegasnya. (christian)

IKLAN
loading...