IKLAN

Features

Lorong Happy Calaca Seutuhnya, Tinggal Nostalgia


PASRAH, benak warga hanyalah tinggal terlintas bertahun-tahun lamanya berteduh pada kehangatan tembok utuh. Lorong happy Lingkungan III Kelurahan Calaca Kecamatan Wenang kini puing-puing kehitaman bangunan tersisa.

TRAGEDI:Situasi hari ini selama hampir sepekan  kebakaran di lorong happy Calaca, warga sibuk belum menghabiskan ruko dan rumah, Kamis (8/10) (foto:Kandi/manadoline)

TRAGEDI:Situasi hari ini selama hampir sepekan kebakaran di lorong happy Calaca, menghabiskan pulahan ruko dan rumah, Kamis (8/10) (foto:Kandi/manadoline)

Kamis (8/10) sekira pukul 08.15 Wita, tak banyak aktivitas warga diketahui umumnya asal Gorontalo. Sekilas diketahui kebakaran hebat Sabtu (3/10), asal api mulanya dari tempat kos milik Hj. Hazara Kaluku, menurut keponakannya tempat kos miliki 22 kamar, sekitar 44 orang penghuni dan sudah jalan tiga tahun membuka usaha tersebut.

Tenda pengungsian warga, dihuni sekitar 30 warga lorong happy. Aktivitas di tenda hanyalah duduk menunggu dan makan minum

Tenda pengungsian warga, dihuni sekitar 30 warga lorong happy. Aktivitas di tenda hanyalah duduk menunggu dan makan minum, Kamis (8/10)

Terlihat situasi lokasi pengungsian, miliki lima tenda pengungsi, satu dapur umum, satu barak pengungsi dan satu tenda posko bantuan jadi harapan kini warga.

“Entah sampai kapan seperti ini, habis semua tak dapat diselamatkan sekarang tinggal di tenda dekat kuala, anak-anak beberapa sakit karena kedinginan,”kata warga saat di tenda pengungsi juga teriak koordinator tenda Rukiah Lihawa.

Aktivitas tidur, bangun, cuci pakaian, makan, merenung lihat lokasi rumah dengan setumpuk puing-puing jadi keseharian warga yang hampir memasuki satu pekan di tenda pengungsian.

Anak-anak balita tak henti-hentinya menangis karena lokasi kelihatan kumuh, panas menyengat dan bau tak sedap. Beberapa keluarga mulai membersihkan lahannya untuk membuat rumah seadanya.

Sangat diuntungkan penyaluran makanan, air ramai lancar tak putus-putusnya dinikmati warga, walau akan berlanjut derita mereka. BERSAMBUNG**

(srikandipangemanan)

IKLAN
loading...