IKLAN

Lumempouw Tantang Sunaryo Bongkar Kasus Korupsi di Bitung


Berty Lumempouw (kiri) dan Agustian Sunaryo, SH, CN, MH (kanan)

Berty Lumempouw (kiri) dan Agustian Sunaryo, SH, CN, MH (kanan)

BITUNG-Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, dari Pejabat lama Bambang Eko Mintardjo, SH kepada Pejabat yang Baru Agustin Sunaryo, SH. CN. MH, langsung mendapat tanggapan dari Pentolan Garda Tipidkor Sulut, Berty Lumempouw.

“Saya tantang Kepala Kejari yang baru untuk mengungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Kota Bitung,” kata Lumempouw, Pembina Garda Tipidkor Sulut, Sabtu (9/1).

Menurut Lumempouw, sudah sepantasnya Kajari lama diganti, selain sudah terlalu lama menjabat sebagai Kajari di Bitung, beliau juga tidak punya Prestasi yang gemilang dalam mengungkap Kasus Korupsi yang terjadi di kota bitung dalam kurun waktu hampir 5tahun. Setahu saya begitu banyak kasus-kasus Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di Kota Bitung, dan ini merupakan Raport Merah buat Kajari yang lama.

“Saya pribadi tetap memberikan penghargaan kepada Pak Eko karena sudah bisa melayani masyarakat bitung, dan saya mengucapkan Selamat datang, sekaligus Menantang kepada Kajari Bitung yang baru Agustin Sunaryo, SH.CN.MH untuk segera bekerja dengan cepat, kalo bisa untuk lebih fokus dalam menangani kasus-kasus korupsi,” ujarnya.

Khususnya kasus Terminal Kayu, untuk menetapkan status P21 dan segera melakukan Penuntutan terhadap Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Sowmil yang di tangani Polres Bitung, dimana saat ini sudah menahan 2 orang tersangka dan berkas perkaranya sudah dikembalikan lagi ke Jaksa Penuntut umum pada tgl 22 Desember 2015.

“Jangan sampai terkesan kasus ini sengaja dimainkan, sebab kasus ini melibatkan petinggi kementrian Perindustrian, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa merembet pada keterlibatan pejabat di kota bitung, jadi bisa saja intervensi terhadap kasus ini sangat besar terang,” jelas Lumempouw.

“Pak kajari Bitung jangan takut, Garda Tipidkor Sulut siap mendukung, bahkan akan menjadi garda terdepan untuk menghadang oknum-oknum petinggi yang coba-coba intervensi kasus terminal kayu yang bersumber dari APBN,” pungkasnya. (jones)

IKLAN
loading...