Manado Catholic Orchestra Bikin Talkshow Bahas Media Daring dan Iman Katolik

Proses penyerahan sertifikat kepada para pembicara, host dan moderator.

MANADO — Manado Catholic Orchestra mengadakan Talkshow berhadiah dengan tema Media daring dan iman Katolik, yang membahas seputar penggunaan media daring dan persepsi iman Katolik akan fenomena tersebut.

Acara ini menghadirkan dua orang pastor dan cendekiawan P. Stenly Vianny Pondaag S.S., M. Th., M.S.C yang juga merupakan ketua komisi liturgi keuskupan Manado. dan P. Hermas Asumbi S.S., S.S.L., M.S.C. ahli kitab suci yang menempuh pendidikannya di Pontificio Istituto Biblico, Roma – Italia (Biblicum).

Acara ini disiarkan secara langsung melalui Facebook Manado Catholic Orchestra dan di relay di akun Komisi – komisi yang ikut bekerjasama dalam acara ini. Acara ini pun menjangkau 8.227 orang dengan jumlah penayangan 2.400.

Acara dibuka dengan performance Divisi band MCO dengan lagunya Ya Yesus Hamba Sedia dari buku lagu puji syukur no 688 yang dibawakan dengan irama Blues. Divisi Band MCO kali ini diisi oleh pemimpin divisi band Manado Catholic orchestra Alfian Kobis sebagai guitarist, Revan Umbas Ketua MCO sebagai bassist, Glen Amiri sebagai Keyboardist. Frisky Tangpao sebagai Drummer. Billy Abuthan sebagai soundman.

Divisi Band MCO melanjutkan acara dengan menyanyikan lagu kedua yang berjudul “hatiku” yang di ciptakan oleh Erestu. Lagu yang sering di bawakan dalam peribadatan dalam bentuk paduan suara campuran SATB ini di arransemen ulang oleh divisi Band MCO dalam bentuk music pop.

Setelah band membawakan 3 lagu, acara kemudian di buka oleh sapaan dari Host Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga sebagai ketua komisi kepemudaan Keuskupan manado. Pastor Hendro menyapa para pemirsa dari sabang sampai Merauke dari miangas sampai pulau rote. Teristimewa umat-umat di keuskupan Manado, SEKAMI bintang misioner, Orang Muda Katolik (OMK) Kusuma yang cerdas, Tangguh, militan dan misioner, dan ibu bapak serta lansia yang menonton siaran ini.

Setelah Host menjelaskan mengenai acara ini dan membawakan doa pembukaan. Acara dilanjutkan oleh Moderator pada acara malam hari ini.

Moderator talkshow pada acara malam hari ini ialah ketua komisi Kateketik dan komisi kerasulan awam Keuskupan Manado, Pastor Kris Ludong, Pr.

Pastor Kris menceritakan kepada kita pemanfaatan media daring di saat pandemic ini. Moderator juga mengingatkan Kembali kepada kita semua bahwa Bapak Uskup telah mengeluarkan 3 surat gembala tertanggal 21 Maret, 1 april, 22 april 2020. dengan 5 inti pemberitaan yaitu:

1.Hendaklah Umat tetap memelihara iman harap dan kasih sehingga tetap subur bertumbuh, melimpah berbuah. 2. Imam-imam tetap merayakan ekaristi kendati tanpa kehadiran umat. 3. Umat di harapkan mengembangkan ecclesia domestica. 3. Perayaan perayaan liturgi dapat diikuti secara live streaming Komuni diterima dalam kerinduan. 5.Umat mengikuti protocol pemerintah.

Pastor stenly mengatakan misa online benar-benar menjembatani kerinduan umat merayakan ekaristi dalam masa pandemic ini . Begitu banyak orang yang terbantu dengan adanya misa online ini. Paus benediktus dalam Sacramentum Caritatis ada kemungkinan umat menggunakan teknologi dalam merayakan ekaristi tetapi umat yang mengikuti harus menyadari bahwa partisipasi secara virtual tersebut tidak bisa menggantikan kewajiban umat untuk mengikuti perayaan ekaristi secara langsung.

Moderator menambahkan “misa baru sah diikuti ketika kita datang langsung. Tetapi sesuai anjuran gembala, kita mengikuti misa secara daring saja”.

Pastor stenly dalam menjawab pertanyaan yang di lontarkan secara langsung menginformasikan bahwa kebijakan untuk hadir dalam misa secara langsung sangat tergantung dari situasi dan penilaian kongkrit dari pastor paroki.

“Misa online itu kemungkinan saja. Untuk daerah yang tidak ada signal atau tidak bisa mengikuti streaming, bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan eklesia domestica.” Ecclesia domestica tidak perlu kepala keluarga yang sangat hebat dalam membawakan ibadah. Tetapi bisa saja di lakukan dalam bentuk doa Bersama seperti doa rosario. Sebab kalau mengikuti misa online itu memerlukan partisipasi intentional, bukan hanya sebuah Shopping windows. Tetapi benar- benar memiliki intensi seperti misa biasa mengambil bagian secara aktif,” ujar Pastor Stenly.

Pastor Hermas menambahkan bahwa “Ketika kitab suci ditulis, belum ada media daring. Tetapi satu hal yang prinsip dalam kitab suci itu ada yaitu kitab suci mengatakan bahwa tuhan kita itu Adonai atau ellohim adalah Allah yang berbicara kepada umatnya. Supaya umat mengenal siapa Dia dan apa kehendakNya. Bukan secara langsung tetapi lewat malaikat.

Dalam kitab ulangan dan keluaran, Musa diperintahkan untuk menulis Firman Tuhan dan dibacakan di hadapan orang Israel. Jadi ada media yang dipakai yaitu tulisan, seni music, seni rupa. Penggunaan media ini bertujuan agar kehendak Tuhan diwartakan media itu juga yang kita gunakan di zaman sekarang dalam bentuk media online.

Kita bisa mengikuti misa oleh Paus dari vatikan di rumah masing–masing. Kita bisa menikmati komunitas jaringan. Lewat komunitas jaringan (Network community) kita bisa membangun keluarga manusia.”

“Dimasa seperti ini kita harus pintar dan beriman agar dapat menembus angin dan gelombang” sambungnya.

Sementara, Pastor Dr John Montolalu, Pr. sekertaris keuskupan sekaligus pastor moderator Manado Catholic Orchestra menanggapi acara ini memberikan himbauan kepada umat “Mari kita gunakan media daring dengan sebaik-baiknya untuk mendalami iman kita dan mendaratkannya dalam perjumpaan dgn sesama. Kita wujudkan iman dalam hidup dalam rupa kesaksian iman tidak terhalang oleh keadaan luar biasa seperti di masa pandemi ini.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berhadiah yang di pandu oleh Host Pastor Hendro Kandowangko sembari mengumumkan acara Cerdas Cermat Kitab Suci minggu depan dengan tema “Penyelenggaraan ilahi di masa pandemi” yang akan di selenggarakan sabtu 18 Juli 2020 pukul 19:00 langsung dari halaman facebook Manado Catholic Orchestra.

Nama-nama pemenang dalam sesi tanya jawab berhadiah dalam acara ini ialah:
Silvester Rondonuwu, Paulus adam dan Reza Mercyano Tulong.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara, host dan moderator yang di serahkan oleh ibu Meify Polii wakil ketua Manado Catholic Orchestra. (swb).

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020