IKLAN

Mantan Anggota Dewan Berhasil Ditangkap Setelah Jadi Buronan Kejari dan Polisi


MANADO – Kejari Melonguane dan Polresta Manado yang bekerja sama dalam pencarian seorang DPO Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Talaud Sulawesi Utara (Sulut) Nelson Sasau akhirnya berhasil ditangkap pada senin (26/4).

Kajari Melonguane Henry Silitonga yang mengadakan Press Conference di Kejati Sulut mengatakan bahwa terpidana kasus Illegal Fishing ini sudah menjadi buron selama lima tahun. “Benar, tersangka sudah ditangkap di Manado tepatnya dirumahnya yang berada di Jalan 14 Februari Teling. Saat ini tersangka sudah dibawa ke lembaga kemasyarakatan (lapas) Tuminting Manado,” kata Henry.

Sebelumnya, Terpidana Nelson Sasauw adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Talaud yang saat itu menjadi Direktur di CV Porodisa Fishing mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera Indonesia pada tahun 2005. Penangkapan ikan dilakukan di laut lepas tanpa dilengkapi Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Hasil tangkapannya kemudian dijual ke General Santos (Gensan) Philipina sehingga negara mengalami kerugian Rp 1,5 Milliar. Ia kemudian didakwa dalam kasus ilegal fishing.

Kasus ini kemudian dibawa ke meja sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tahuna, Sasauw lalu divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp 1 Milliar subsidair 6 bulan kurungan penjara. Dia lalu menyatakan banding dengan putusan itu.

Putusan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Majelis Hakim membatalkan putusan PN Tahuna dengan menjatuhkan vonis setahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sasauw dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun menyatakan kasasi.

Pada tingkatan kasasi, MA malah mengabulkan permohonan kasasi JPU dan menolak permohonan kasasi Nelson Sasauw dengan membatalkan putusan PT Manado dan memperbaiki putusan PN Tahuna.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sulut Arief Kanahau mengatakan penangkapan ini merupakan prestasi Kajari Melonguane. Meskipun masih baru, tapi dapat menuntaskan kasus yang menjadi perhatian masyarakat. “Kami bersama-sama melakukan eksekusi ini dengan bantuan aparat Polresta Manado yang menurunkan Tim Paniki,” jelas Kanahau. (ekaputra)

IKLAN
loading...