Masengi Sesalkan Bantuan Listrik Tenaga Surya hanya Dipusatkan di Sangihe

Suasana hearing Komisi III dan Dinas ESDM Provinsi Sulut

MANADO-Krisis listrik di Sulawesi Utara masih terus dikeluhkan masyarakat. Seperti di Pulau Lembe, Bitung , Bolmong Raya, Sitaro dan masih banyak Kabupaten/ Kota lain.

Namun sangat disayangkan ketika hearing Komisi III dengan ESDM Provinsi Sulut, Rabu (18/1) terungkap jika bantuan listrik tenaga surya yang telah dianggarkan sekira Rp6 Miliar di APBD 2017 dialihkan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Suasana hearing Komisi III dan Dinas ESDM Provinsi Sulut
Suasana hearing Komisi III dan Dinas ESDM Provinsi Sulut

Padahal diakui Ketua Fraksi Golkar, Eddyson Masengi yang duduk di Komisi III, ketika pembahasan APBD tahun 2017 lalu, bantuan pembangunan listrik tenaga surya diperuntukan untuk 51 Desa yang ada di Sulawesi Utara.

” Jangan karena ada Pilkada, semua bantuan dialihkan ke Sangihe,” ungkap Masengi ketika hearing yang dipimpin Wakil Ketua Komisi, Hi. Amir Liputo.

Usai hearing, Kadis ESDM Sulut yang baru dilantik, Ir. B A Tinungki membantah jika bantuan listrik tenaga surya itu dialihkan ke Sangihe hanya karena ada Pilkada.

Kepada wartawan, mantan Sekda Kabupaten Mitra ini mengakui jika Listrik Tenaga Surya ini paling dibutuhkan oleh daerah kepulauan seperti di Talaud, Sangihe dan Sitaro.

” Memang waktu penyusunan rencana saya tidak terlibat. Tapi di Sangihe itu sangat membutuhkan listrik tenaga surya. Memang mereka menginginkan listrik dari PLN tapi anggarannya cukup besar dan daerahnya juga berada ┬ádi kepulauan,” aku Tinungki.

Sementara itu, Amir Liputo yang sempat dikonfirmasi membenarkan jika dana Rp6 Miliar diperuntukan untuk 51 Desa di Sulut yang krisis Listrik. (mom)