IKLAN

Melalui DPR RI, Gubernur SHS Titip Salam Buat Pertamina, Ini Keluhan Nelayan Nusa Utara


Gubernur Sulut SH Sarundajang bersama anggota DPR RI Komisi V saat melakukan kunjungan kerja ke Sulut

Gubernur Sulut SH Sarundajang bersama anggota DPR RI Komisi V saat melakukan kunjungan kerja ke Sulut

MANADO – Gubernur Sarundajang meminta pihak Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan kepada manajemen Pertamina pusat agar memperhatikan kebutuhan para nelayan di Sulut. Pasalnya, selain memberikankan gambaran umum terkait berbagai potensi kekayaan alam yang di miliki  Sulut, seperti luas daratan  2 persen dan 80 persen merupakan wilayah lautan termasuk potensi sektor pertanian seperti produksi pala dan cengkeh, kebutuhan di sektor perikanan sangatlah penting.

Gubernur menjelaskan,  di wilayah perairan Sulut masih sering terjadi pencurian ikan. Hal itu disebabkan letak posisi perairan Sulut yang begitu strategis sehingga agak sulit bagi pemerintah dan pihak keamanan mengamankan wilayah perairan Sulut, terutama masalah perikanan yang ada di daerah kepulauan.

Adapun penyebabnya, yakni masalah bahan bakar minyak (BBM). Dari tiga daerah kabupaten kepulauan, hanya satu kabupaten yang memiliki SPBU yaitu Kabupaten Sangihe, sedangkan Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sitaro belum memilikinya.

“Pada hal kami sudah berupaya minta perhatian Pertamina untuk dapat menyiapkan SPBU di dua kabupaten ini, namun hingga sekarang belum ada jawaban pasti, bahkan Pertamina meminta agar dibiayai lewat APBN,” jelas Gubernur Sarundajang.

Hingga kini, nelayan di kepulauan memerlukan perhatian khusus, agar terproteksi dengan baik seluruh hasil tangkapan. Sulut juga menurut Sarundajang memiliki pelabuhan alam yang begitu indah yaitu pelabuhan Bitung yang kini telah masuk RPJM nasional dan kini China  minta agar mereka yang bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, mengingat Indonesia khususnya Sulut belum ada kerjsama dengan negara- negara lain, sehingga mereka tertarik untuk menanamkan moodalnya di daerah Niur Melambai.

Ia juga menambahkan Malaysia telah bekerjasama dengan Inggris, Singapura dan Philipina kerjasama dengan AS. Selain itu  bandara Sam Ratulangi telah mendapat persetujuan pemerintah pusat untuk penambahan Run Way sepanjang 300 M sehingga nantinya panjang Run Way bandara Sam Ratulangi menjadi 3 Ribu meter.

Pemerintah daerah juga membantu nelayan untuk menjaga terumbu karang. demikian halnya, hutan di Sulut juga tidak terlalu banyak, namun banyak wilayah Sulut masih hijau, ada juga hutan suaka alam di Bolaang Mongondow, pemerintah terus mengawasi penebangan kayu liar. (mym)

IKLAN
loading...