IKLAN

Melayat Alm. Prof Sompie, ROR: Saya Tak akan Jadi Insinyur Kalau Bukan Almarhum


 

Penjabat Wali Kota, Royke Roring saat melayat di rumah duka Alm. Prof. Ir. Bonni Sompie dinihari tadi

Penjabat Wali Kota, Royke Roring saat melayat di rumah duka Alm. Prof. Ir. Bonni Sompie dinihari tadi

MANADO – Masyarakar Kota Manado spontan merasa kehilangan atas kepergian putra terbaik Sulut, almarhum Prof. Ir. Bonny Sompie. Tak terkecuali yang dirasakan penjabat Wali Kota, Royke O. Roring.

Meski jam sudah menunjukan dinihari tadi (Selasa 19/1), ROR, sapaan akrab Roring bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, Ny. Fenny Ch. Roring Lumanauw meluangkan waktunya melayat di rumah duka di kawasan Bumi Nyiur.

“Almarhum Prof Bonny Sompie, adalah guru dan dosen saya di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Sebagai dosen, beliau memiliki kesan tersendiri bagi saya,” kata ROR dalam sambutan penghiburan.

Royke Roring bersama Ketua TP PKK Kota Manado, Fenny Ch. Roring-Lumanauw membawakan nyanyian penghiburan

Royke Roring bersama Ketua TP PKK Kota Manado, Fenny Ch. Roring-Lumanauw membawakan nyanyian penghiburan. (foto: ekosaputra)

Kesan yang paling dirasakan ROR, tak lain adalah gelar insinyurnya. “Jika bukan karena almarhum, saya mungkin tidak akan pernah lulus dan menjadi insinyur atau alumni Fakultas Teknik,” ujar ROR.

Oleh karena itu, atas nama pribadi, keluarga Roring-Lumanauw, sekaligus sebagai Penjabat Walikota Manado, ROR menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Prof Sompie.

“Saya kira bukan hanya Unsrat, tetapi Kota Manado dan Sulawesi Utara kehilangan salah satu pemikir dan akademisi terbaik,” katanya.

Kepada istri almarhum, Dr. Hetty Sompie-Geru, serta anak-anak Rene dan Servin, ROR berharap dan mendoakan agar dapat meneruskan ide brilian dan karya dari almarhum untuk kemajuan dunia perguruan tinggi serta Kota Manado.

“Selamat Jalan Profesor, jasa dan pengabdianmu akan selalu kami kenang,” pungkas ROR usai membawakan nyanyian penghiburan bagi keluarga berduka. (antoreppy)

IKLAN
loading...