IKLAN

Mencoba Melarikan Diri dan Lawan Petugas, Residivis Curanmor Tewas Ditembak


IMG_20160210_135406

Wakapolresta Manado AKBP. Enggar Brotoseno didalampingi Oleh Kabid Humas Polda Sulut AKBP. Wilson Damanik dan Kasat Reskrim Polresta Manado AKP. Saiful Wachid saat memberikan keterangan pers terkait penembakan tersangka. (Foto ist)

MANADO – Residivis curanmor dan barang elektronik berinisial ST (40) lias Aka, warga Madidir Kompleks Sion Bitung terpaksa harus dilumpuhkan petugas.

Pasalnya, saat dilakukan pengembangan kasus tersangka dikabarkan mencoba melawan petugas dan hendak melarikan.

Namun apes, usaha pelumpuhan terhadap tersangka berbuntut fatal. Tersangka dilaporkan meninggal dunia.

Tersangka sendiri diamankan Tim Buser Polresta Manado, Selasa (09/2).

Terkait kematian tersangka, Wakapolresta Manado AKBP Enggar Brotoseno langsung memberikan keterangan pers kronologis penangkapan tersangka hingga kematiannya.

“Awal kejadian kemarin siang (09/2). Tersangka ini tertangkap tangan oleh masyarakat di pusat kota TKB yang diduga oleh masyarakat akan melakukan tindak pidana penjambretan kemudian dihakimi massa dan saat itu diamankan anggota Lalu Lintas. Setelah diamankan, petugas menemukan dalam tasnya 2 buah kunci T, 1 obeng dan changer Handphone,” jelas Enggar.

received_987337564685525

Barang bukti tersangka. (Foto eka/ml)

Berbekal barang bukti itu, Reskrim Polresta Manado melakukan pengembangan dan dilakukan penggeledahan di salah satu rumah di Kota Manado. Disitu petugas menemukan lagi beberapa barang.

“Setelah dilakukan pengembangan, petugas kami menemukan barang lain berupa mesin gurinda, 5 buah handphone, obeng dan lain sebagainya,” tambah Enggar.

Pengembangan kasus pun dilakukan lagi. Kali ini petugas bertolak ke Bitung menyusul diketahui komplotan teman-teman tersangka berada di Kota Cakalang tersebut.

Dalam pengembangan itu bergabung anggota Reskrim Polresta Manado dan reskrim Polres Bitung.

Kapolda Sulut Brigjen Pol. Wilmar Marpaung saat melihat langsung jenazah tersangka. (Foto humaspoldasulut)

Kapolda Sulut Brigjen Pol. Wilmar Marpaung saat melihat langsung jenazah tersangka. (Foto humaspoldasulut)

Pengembang itu petuigas berhasil menangkap 2 tersangka yang diduga rekan dari tersangka. Pengakuan dua tersangka itu, aksi yang meraka lakukan semua di Bitung. Keduanya pun diserahkan ke Polres Bitung untuk pengembangan kasus selanjutnya.

“Setelah pengembangan kasus selesai, anggota Reskrim Polresta Manado kembali ke Markas. Ditengah perjalanan antara Minut dan Manado, tersangka berusaha melarikan diri sehingga anggota melakukan tembakan peringatan,” jelas Wakapolresta.

Rupanya tembakan peringatan itu tak digubris. Tersangka tetap berusaha melarikan diri. “Bahkan mencoba melawan petugas dan memukul salah satu anggota kami sehingga dilakukan pelumpuhan kepada tersangka. Setelah melumpuhkan petugas mencoba melakukan penyelamatan terhadap kepada tersangka dengan membawa ke RS Bhayangkara Polri,” tambah Enggar.

received_986893354729946

Tersangka ST alias Aka saat pertama kali ditangkap

Tapi dalam perjalanan menuju ke RS Bhayangkara tersangka sudah meninggal dunia. Tersangka sendiri diketahui belum lama bebas dari Lapas Talaud pada 25 Desember 2015 dengan kasus yang sama.

“Langkah kami juga secara manusiawi juga melakukan perawatan terhadap jenazah tersangka dan jenazahnya akan dikirim ke Talaud tempat tinggal orang tuanya. Kami juga sudah melakukan perawatan dan identifikasi di Biddokes Polda Sulut.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah yang terjadi dan pagi hari usai apel pagi, Rabu (10/2) langsung menjenguk Pelaku yang telah terbujur kaku di ruang pemulasaran jenazah RS Bhayangkara, Karombasan Manado. (ekaputra)

IKLAN
loading...