IKLAN

PELEDAKAN BOM DI JAKARTA

Mewengkang Sebut Pemerintah “Lengah”


MANADO-Kasus peledakan bom yang terjadi di kawasan Thamrin dan dekat Gedung Sarinah Jakarta, Kamis (14/1) sekira pukul 10.00 Wita langsung mendapat perhatian serius anggota DPRD Sulut.

Ferdinand Mewengkang

Ferdinand Mewengkang

Ini dibuktikan, Kamis (14/1) Wakil Ketua Dewan Marthen Manoppo ketika memimpin sidang Paripurna langsung mengajak semua anggota dewan dan para pejabat Pemprov Sulut untuk melakukan hening cipta bagi korban yang tewas akibat peledakan bos tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi Satu DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang ketika dilakukan konfirmasi terkait peledakan bom yang terjadi di Jakarta. Kepada wartawan, dengan tegas ia mengakui ikut prihatin dengan kondisi yanv terjadi di jakarta.

“Dengan adanya kasus peledakan bom di Jakarta. Kami meminta Pak Kapolda dan jajaran untuk terus tingkatkan keamanan di Sulut,” ungkap Mewengkang yang mengecam keras pelaku teroris yang melakukan peledakan.

Lanjut Mewengkang, dari sambutan penjabat gubernur, Soni Sumarsono bahwa  peringatan adanya teroris di Indonesia sudah dingatkatkan sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dan peringatan ini sudah disampaikan kepada semua gubernur, bupati dan walikota untuk terus menjaga keamanan.

“Nah, yang terjadi sekarang peledakan bom terjadi sesudah perayaan Natal dan Tahun Baru. Menurut saya Pemerintah “lengah” apalagi kejadiannya terjadi di Jakarta,” kata Mewengkang usai Paripurna tutup masa sidang ketiga dan pembukaan masa sidang pertama.

Lanjut legislator dari dapil Manado utusan Fraksi Gerindra, untuk menjaga jangan sampai kasus peledakan bom yang terjadi di Jakarta terjadi di Sulut. Maka Kepala Lingkungan terus memantau warganya.

“Yang paling tahu penduduk baik itu muka baru dan muka lama adalah Kepala Lingkungan (Pala),” terang Mewengkang. Sambil mengajak agar aparat keamanan untuk terus waspada. ” Bukan hanya aparat keamanan yang terus waspada tetapi juga masyarakat Sulut,” pungkasnya. (mom)

IKLAN
loading...