IKLAN

Geliat “Esek-esek” di Kantor FKUB Sulawesi Utara

Mo Main Ka? Murah Kwa Asal di Sini Jo…


Kantor FKUB Sulut, yang dijadikan tempat esek-esek.

Kantor FKUB Sulut, yang dijadikan tempat esek-esek.

MANADO – Jalan disamping kantor Gubernur Sulut menjelang sore selalu padat dengan beragam kendaraan bermotor, saat malam nampak lengang. Hanya sesekali mobil maupun motor yang melintas di jalan ini. Tepat di depan gedung kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, nampak tiga orang wanita sedang asik merokok sambil duduk di atas motor.
Pandangan yang tak asing bagi sejumlah warga yang sering melintas di jalan itu. “Hai… ,” ujar wartawan www.manadoline.com. “Sapa kang,” tanya salah satu wanita sambil mengepulkan asap rokok ke udara.
Belum sempat membalas apa yang dilontarkan wartawan manado line, salah seorang wanita langsung mencecar dengan pertanyaan. Tanpa basa-basi, pertanyaan itu secara otomatis keluar dari mulutnya. “Mo main ka, murah kwa asal main di sini,” katanya mengoda.

Tuntutan kebutuhan hidup di tempat kos, sejumlah wanita rela menjajahkan diri mereka kepada laki-laki hidung belang.

Tuntutan kebutuhan hidup di tempat kos, sejumlah wanita rela menjajahkan diri mereka kepada laki-laki hidung belang.

Rupanya, sejumlah wanita itu sudah lama menjadikan kantor FKUB Sulut sebagai tempat mangkal. Kendati kondisi gelap, tak sedikitpun rasa takut untuk tetap menjajakan diri di kawasan itu. Padahal gedung tersebut berdekatan dengan Kantor Gubernur dan Kantor Kecamatan Wanea, termasuk berdekatan dengan tempat ibadah umat kristen.
Salah satu wanita Mawar (19) nama samaran, mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Manado, mengaku baru sebulan menjadi pemuas nafsu laki-laki hidung belang. Senada dengan Mawar, dua temannya, Putri (20) dan Bunga (19) nama samaran, belum lama menjajahkan diri mereka di tempat ini. Awalnya, mereka hanya jalan-jalan kemudian melewati jalan ini dan melihat gedung sehingga dipilihlah tempat ini sebagai tempat mangkal. “Cuma torang yang mangkal disini, deng belum banyak yang tau,” kata Bunga.
Mereka menawarkan diri di tempat ini, jika secara kebetulan ada orang yang sempat melirik mereka berada di depan gedung. Harganya hanya Rp 100 ribu, tamu yang datang akan langsung dilayani dengan fasilitas Koran. “Murah, Rp 100. Main dilantai pake alas Koran, atau main di motor,” ungkap Bunga.
Ketiganya mengakui, menekuni profesi ini karena tuntutan kebutuhan sebagai mahasiswa yang hanya kost di Manado dan selama ini mereka mampu maraup pendapatan sebesar Rp 600 ribu. “Lumayan ka, tambah-tambah doi makang deng rokok,” ujar mereka.
Dipilihnya tempat ini, dinilai aman dari razia Satpol PP yang sering melakukan penertiban PSK di kawasan pusat kota. (Christian)

IKLAN
loading...