IKLAN

Roling Pejabat Eselon II Pemkot Kotamobagu

Mokoginta Masuk Kotak, Istri Tersangka TPAPD jadi Kadis Kesehatan


Abdullah Mokoginta Diganti karena Diduga Terkait Dana Rp 5 Miliar Lebih yang Belum Terbayarkan ke Pihak Ketiga. (f-manadoline)

Abdullah Mokoginta Diganti karena Diduga Terkait Dana Rp 5 Miliar Lebih yang Belum Terbayarkan ke Pihak Ketiga. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Banyak hal menarik dari pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat Eselon II oleh Walikota Ir Hj Tatong Bara, Senin (9/3) siang. Pelantikan yang dilangsungkan di aula kantor walikota itu, selain disaksikan PNS ikut hadir juga Dandim 1303 Bolmong Letkol (Arh) M.J Malik SIP, Kapolres Bolmong AKBP William A Simanjuntak SIK, Kajari Kotamobagu Fien Ering SH MH serta undangan lainnya. Ada beberapa nama pejabat yang sejak awal diprediksi menduduki jabatan baru, Hi Moch Agung Adati ST MSi yang sebelumnya menjabat Sekretaris KPU Kotamobagu kini dipercayakan menjabat Kadis Perhubungan Kominfo. Sementara itu Abdullah Mokoginta SH MSi yang sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (PPKAD) kini menjadi staf di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Papa Arum –sapaan Abdullah Mokoginta, usai pelantikan kepada sejumlah media mengatakan tak ada masalah terkait penempatan dirinya sebagai staf. Menurutnya, sebagai birokrat harus berani terima dimana pun ditempatkan. “Tentu apa yang menjadi keputusan harus diterima. Dan itu hak prerogatifnya walikota,” ujar Abdullah dengan mimik serius. Namun dari informasi yang berkembang karena terkait kasus tidak terbayarnya beberapa pekerjaan proyek tahun anggaran 2014 silam sebesar Rp 5,7 miliar yang kini menjadi hutang pemkot. Namun sebelumnya Walikota Tatong Bara telah menegaskan rolling ini sudah sesuai dengan aturan dan hasil seleksi lelang jabatan yang dilakukan pantia seleksi. Selain itu nama Kadis Kesehatan yang baru dr Nur Djannah Masloman yang mengganti dr Salmon Helwedery yang memasuki masa pensiun. Masloman sendiri adalah istri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bolmong Drs Farid Asimin MAP yang kini resmi tersangka kasus Tunjangan Pokok Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Bolmong yang berbanderol miliaran rupiah. (mara)

IKLAN
loading...