IKLAN

Napi Berkebun Rambah Rutan Malendeng


Kepala Rutan Manado, AZ Fikri (tengah) bersama tim penyuluh dari Dinas Pertanian Minut dan pegawai Rutan serius mengikuti Napi Berkebun

Kepala Rutan Manado, AZ Fikri (tengah) bersama tim penyuluh dari Dinas Pertanian Minut dan pegawai Rutan serius mengikuti Napi Berkebun

MANADO-Program Napi Berkebun yang diprakarsai Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM secara nasional kini mulai merambah Sulut. Dan kemarin, agenda yang kini menjadi trend dan populer di kalangan Lapas dan Rutan itu menyentuh Rumah Tahanan Negera Klas IIA Manado.

Dengan menggadeng Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, dilakukan penyuluhan berupa sejumlah cara yang ideal dan praktis  untuk bercocok tanam,  bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang  mendiami Rutan Manado itu. Apalagi, lahan  yang ada di Rutan Malendeng sangat terbatas.

‘’Ini merupakan program nasional yang dampaknya menyentuh langsung ke WBP yang ada di Indonesia dan juga petugas Rutan dalam memanfaatkan berbagai potensi yang ada, terutama budidaya tanaman serta sayuran. Malah, kini di Jakarta, tengah dilaksankan Festival Napi Berkebun 2015. Sebagai pilot project adalah Lapas Cipinang yang berhasil. Tentunya, untuk Rutan Manado karena merupakan program yang menyentuh sehingga penerapan awal, tentunya dilakukan penyuluhan terpadu lebih dulu,’’  ujar Kepala Rutan Manado, Akhmad Zaenal Fikri disela-sela  hajatan tersebut.

Rutan yang tengah melakukan renovasi total itu lantas menggandeng Dinas Pertanian Minut untuk melakukan penyuluhan dengan memanfaatkan talang dan paralon sebagai media untuk berkebun yang praktis.

Tim penyuluh dari Dinas Pertanian Minut memberikan pengarahan

Tim penyuluh dari Dinas Pertanian Minut memberikan pengarahan

‘’Di Rutan ini merupakan baru pertama kali kami lakukan.  Tentu akan memberikan dampak positif  dalam memberikan budaya berkebun bagi pada Warga Binaan,’’ ujar Jean J Tamboto, SP, Seksi Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman Dinas Pertanian Minut.

Jean dalam penyuluhan yang didampingi Ir Dennie Lempoy memberikan banyak cara bagaiamana bercocok tanam yang baik, dan cara praktis membuat bahan-bahan yang mudah digunakan pemanfaatannya bagi  lahan yang terbatas.

Tidak hanya memberikan penyuluhan karena Dinas Pertanian Minut lantas memberikan bantuan bibit jagung manis dan bibit rica. ‘’Areal  di Rutan yang ada memang  cocok ditanami jagung manis dan rica, sehingga kami membantu,’’ ujarnya.  Menurutnya, vertikulture yang diberikan kepada WBP serta pengawai Rutan akan banyak memberikan manfaat dalam kesinambungan.

Kendati lokasi  dan areal untuk berkebun terbatas, namun menurut Kepala Rutan,  semua akan dimaksimalkan. ‘’Program hijau harus digalakkan disini, karena tanaman, berkebun dan sayur-sayuran bias dimaksimalkan, tentunya bila menghasilkan, bisa digunakan.

Menurut Napi Berkebun ini memang tengah populer. Dan yang paling berhasil adalah Lapas Cipinang, dengan memberdayakan semua potensi yang ada sehingga Warga Binaan Pemasyarakatan dapat memanfaatkan waktu untuk bercocok tanam.

Untuk di Rutan Manado kemarin, dipusatkan di Aula Blok Wanita dimana tentang cara membuat  pralon dan talang untuk ditanami sayur-sayuran. ‘’ Ini merupakan langkah yang bagus, karena banyak memberikan kegunaan,’’ ujar Johan Parangka, salah satu WBP yang serius mengikuti penyuluhan tersebut. (ekaputra)

IKLAN
loading...