IKLAN

Oknum Wartawan Ogah Klarifikasi, Manager Las Vegas Bantah Beri Upeti ke Satgas Gempita


Rusdianto, anggota Satgas Gempita (kiri), Manager Las Vegas Cafe, Simon Depasau (tengah) memberikan klarifikasi didepan Ketua Tim Satgas Gempita, Hans Tinangon terkait pemberitan upeti

Rusdianto, anggota Satgas Gempita (kiri), Manager Las Vegas Cafe, Simon Depasau (tengah) memberikan klarifikasi didepan Ketua Tim Satgas Gempita, Hans Tinangon terkait pemberitan upeti

MANADO – Setelah dibombardir melalui pemberitaan media cetak maupun online atas tuduhan menerima upeti dari salah satu tempat hiburan malam, Las Vegas Café pasca sidak jam operasionan tempat hiburan malam di bulan Ramadhan bersama Disparbud Manado, Tim Satgas Gempita pun memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi kebenaran pemberitaan yang telah mencoreng nama baik Satgas bentukan Wali Kota-Wawali Manado, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR).

Sayangnya, oknum wartawan salah satu media cetak selaku pemberi informasi sebagai sumber berita yang awalnya namanya ditulis lengkap, namun belakangan ditulis inisial HN enggan memberikan keterangan terkait pengakuanya melihat langsung pemberian upeti berupa amplop berisi uang dari Manager Las Vegas Café, Simon Depasau kepada Rusdianto, salah satu anggota Satgas Gempita.

Justru sang Manager Café Selasa (14/6) sore dengan gentle mendatangi sekretariat Tim Gempita di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipi (Disdukcapil) Manado, Jl Balaikota Tikala.

Akan halnya Rusdi, anggota Gempita yang dituduh menerima amplop sebagaimana diberitakan sejumlah media cetak dan online, ikut dipanggil memberikan klarifikasi.

Didepan Ketua Tim Satgas Gempita, Hans Tinangon, Manajer Las Vegas Café, Simon Depasau membeberkan yang terjadi semalam saat tempat hiburannya disidak Tim Gabungan Satgas Gempita dengan Tim Disparbud.

“Intinya pemberitaan bahwa saya memberikan amplop kepada Satgas GEMPITA, itu tidak benar,” ujar Depasau.

Rusdi pun menceritakan kronologis sebenarnya. Dia bersama Tim Sidak Disparbud saat sidak masuk ke ruangan dia berpapasan dengan Depasau. Rusdi mengaku, Depasau merupakan teman lama.

Keduanya pun terlibat percakapan hingga Tim Gabungan Disbudpar dan Satgas GEMPITA selesai melakuan sidak.

Saat tim sidak akan keluar, Depasau merangkul Rusdi dan memberikan sebuah tisu. “Kita rangkul pa dia kong kita hanya kase tisu, jadi tidak benar ada pemberian upeti,” aku Depasau.

Persoalan tisu inilah rupanya memicu reaksi karena sempat dilihat HN, oknum wartawan media cetak yang kemudian HN menyebarluaskan ke media lain kalau Rusdi menerima amplop berisi uang.

Rusdi sendiri mengaku sempat grogi karena dia melihat reaksi teman-teman media lain ketika tisu itu diberikan Depasau. “Dorang pe kira ngana ada kase apa pa kita padahal cuman tisu,” ujarnya singkat.

Nah, setelah sidak berakhir, Rusdi tiba-tiba diberondong SMS dan BBM dari sejumlah awak media. “Karena kita nda tau apa-apa, kita bantah isi SMS dan BBM soal tudingan terima upeti. Tidak benar saya menerima amplop,” terang Rusdi.

Ketua Tim Satgas Gempita, Hans Tinangon usai mendengar penjelasan Depasau maupun Rusdi langsung menyimpulkan, tuduhan terima upeti yang diberitakan media selama ini tidak benar. “Ini tuduhan tidak mendasar. Jadi tidak benar pemberitaan selama ini yang menyebutkan ada oknum Satgas Gempita terima uang,” tegas Tinangon. (nald)

IKLAN
loading...