IKLAN

Oktober Presiden Resmikan Rumah Relokasi Korban Banjir di Pandu, GSVL Ingatkan BPBD


Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut menghadiri Sosialisasi Musyawarah Komunitas Perumahan dan Pemukiman Pasca Bencana Banjir Jumat (3/6) pagi tadi. (foto: F4Q)

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut menghadiri Sosialisasi Musyawarah Komunitas Perumahan dan Pemukiman Pasca Bencana Banjir Jumat (3/6) pagi tadi. (foto: F4Q)

MANADO – Wali Kota dan Wawali Manado, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) terus menggenjot realisasi penyaluran bantuan terhadap warga korban bencana banjir, 15 Januari 2014 silam, terutama bantuan rumah kepada warga yang tingkat kerusakannya parah saat peristiwa itu.

Untuk tahap awal, sedikitnya 1000 KK (Kepala Keluarga) akan direlokasi ke Desa Pandu, lahan yang telah disediakan pemerintah. Berdasarkan lobi GSVL ke BNPB Pusat, pemerintah pusat sendiri telah mengucurkan anggaran bantuan bencana ke pemerintah Kota Manado sebesar Rp213 miliar.

Untuk relokasi 1000 unit rumah di Pandu, pemerintah mendeadline hingga Oktober tuntas. “Jika tidak ada halangan, Oktober nanti Presiden Pak Jokowi akan datang ke Manado meresmikan 1000 rumah warga korban banjir yang direlokasi ke Desa Pandu,” kata GSVL Jumat (3/6) pagi tadi saat menghadiri Kegiatan Sosialisasi Musyawarah Komunitas Perumahan dan Permukiman Pasca Bencana Kota Manado di Hotel Sintesa Peninsulla yang sehari sebelumnya telah dibuka Wawali Mor Bastiaan.

GSVL pun terus mengingatkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Manado tidak main-main dan sembarang mencoret maupun menambah data warga korban bencana banjir atau penerima bantuan rumah relokasi yang disiapkan BNPB Pusat.

“Sekali lagi saya minta dan ingatkan, jangan ada nama yang tidak memenuhi syarat tapi dipaksakan menerima bantuan bencana. Begitu juga yang sangat layak menerima, tapi harus gigit jari tidak menerima,” warning GSVL.

Sebab menurut Wali Kota dua periode ini, nama-nama data peneriman bencana di Kota Manado lalu, sudah terdaftar berdasarkan by name by addreas dilakukan tim petugas daerah di Manado dan Tim BNPB Pusat.

“Mereka yang mendatanya. Jadi data yang layak menerima itu ada pada mereka sesuai kategori kerusakan rumah baik itu berat, sedang dan rusak ringan. Kalau tidak korban bencana, jangan ngaku-ngaku, karena bakal berhadapan dengan hukum,” tegas GSVL mengingatkan. (antoreppy)

IKLAN
loading...