Pancasila Dasar ASN Sulut Kerja Nyata, Basara Puji Olly Lantik Eselon II Depan Monumen Bung Karno

Sosialisasi Empat Pilar oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR, Ahmad Basarah
Sosialisasi Empat Pilar oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR, Ahmad Basarah
Sosialisasi Empat Pilar oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR, Ahmad Basarah

MANADO – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diyakini sangat penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

Pentingnya ASN sebagai pelopor pembangunan daerah di tengah tugas dan tanggung jawab yang terus digalakan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Hal ini dikatakan Ketua Badan Sosialisasi MPR, Ahmad Basarah pada acara Sosialisasi Empat Pilar yang dihadiri pejabat teras Pemprov eselon II, III, IV di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (12/1).

Basarah menambahkan keempat pilar tersebut yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,Undang-Undang Dasar 1945Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam konteks sebagai ASN terutama menunjang kerja pemerintah diperlukan kekuatan satu agar memiliki persatuan nasional sebagai kunci NKRI. Pancasila diyakini dapat pengantar Indonesia untuk mencapai kemakmuran, adil, dan sejahtera.

Pancasila sebagai ideologi dibentuk atas dasar kesepakatan para pendiri bangsa.

“Apalagi, saya diberi tahu Pak Olly ada pelantikan ASN eselon III dan IV besok hari (Jumat-red). Dikayakini, Pancasila sebagai dasar berarti para ASN harus mensejahterakan rakyat. Semangat kebangsaan tidak boleh luntur, tapi harus sadar dengan kemerdekaan segenap warga hingga sekarang,”jelas Ketua Fraksi PDI-P MPR RI tersebut.

Basara apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub yang telah melantik pejabat eselon II Pemprov awal 2017 lalu didepan patung Ir Soekarno. “Saya tegaskan, keputusan beliau melantik ditempat tersebut bukan dalam konteks individu tetapi justru Bung Karno adalah pejuang Bangsa Indonesia. Besok pelantikam ASN eselon III dan IV Pemprov, tepatnya Jumat. Sayaapresiasi Gubernur memilih hari tersebut karena Jumat hari Proklamasi Kemerdekaan RI, simbol pelantikan justru menghayati cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945,” terang lulusan Doktor di Universitas Diponogoro tersebut.

Saat pelantikan pejabat Eselon II awal 2017 lalu, Olly mengungkapkan alasan melantik di depan Monumen Ir Soekarno tepatnya di Jalan Soekarno Minahasa Utara (Minut). Ia menyebut Trisakti menjadi landasan kuat, bukan lihat patungnya tapi makna terkandung dalam Trisakti. (srikandipangemanan)

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020