IKLAN

Pangguguran E2L sebagai Cagub Bertentangan Fatwa MA, KPU-Bawaslu Sulut Disomasi  


Elly Lasut

Elly Lasut

MANADO – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk tidak meloloskan pasangan Elly Engelbert Lasut (E2L) dan David Bobihoe Akib sebagai calon Gubernur serta calon Wakil Gubernur Sulut, ternyata menuai prahara. Pasalnya, keputusan tersebut dinilai bertentangan dengan Fatwa Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 30/Tuaka.Pid/IX/2015, tanggal 16 September 2015, menyangkut dengan penegasan calon bebas bersyarat yang dapat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Begitup, keputusan KPU bersama Bawaslu Sulut secara tegas bertentangan dengan surat Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 103/PAN./MK/10/2015, tertanggal 28 Oktober 2015, tentang permohonan penjelasan putusan MK Nomor: 42/PUU-XII/2015 tanggal 18 Juli 2015 mengenai pembebasan bersyarat, dan yang terakhir bertentangan dengan surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor: PAS-PK.01.01.02, bersifat SEGERA. Namun tidak ditindaklanjuti Bawaslu dan KPU Sulut.

Dengan dasar tersebut, Elly Lasut dihadapan wartawan menyampaikan bahwa dirinya berhak ikut dalam Pilkada dan tidak terganjal hukum sebagaimana putusan KPU Sulut bersama Bawaslu yang merugikan dirinya tersebut. Lasut memberikan Somasi kepada dua penyelenggara Pemilu di Sulut ini dengan batas waktu 3 hari, jika tidak diperhatikan isi Somasi, maka Bawaslu dan KPU Sulut akan dilapor ke Polda Sulut.

”Berdasarkan pertimbangan hukum dan surat-surat yang secara hierarki memiliki kekuatan lebih tinggi diatas KPU dan Bawaslu Sulut, maka saya dr Elly Engelbert Lasut memenuhi syarat sebagai calo Gubernur Sulawesi Utara. Dalam isi surat Somasi yang saya layangkan, dan dimasukkan, Rabu (4/11/2015) sore tadi, meminta KPU membatalkan keputusan Nomor: 35/Kpts/KPU-Prov023/PILGUB/2015, dan segera menerbitkan keputusan yang baru yang menetapkan saya dr Elly Engelbert Lasut ME dan David Bobihoe Akib sebagai calon Gubernur serta calon Wakil Gubernur Sulut. Jangka waktunya 3 x 24 jam, terhitung sejak diterimanya surat Somasi ini, bila tidak ditindaklanjuti, maka saya akan melakukan tindakan hukum, baik secara perdata maupun pidana,” ujar Lasut, Rabu (4/11).

Untuk diketahui, dalam isi surat E2L yang disampaikan pada Bawaslu Sulut menegaskan dua hal penting, diantaranya: 1). Meminta Bawaslu Sulut segera memberikan rekomendasi kepada KPU Sulut untuk membatalkan keputusan Nomor: 35/Kpts/KPU-Prov023/PILGUB/2015, dan 2). Segera memberikan rekomendasi kepada KPU Sulut untuk menerbitkan keputusan yang baru yang menetapkan Elly Lasut dan David Bobihoe sebagai pasangan calon Gubernur serta calon Wakil Gubernur. (anto/stc)

IKLAN
loading...