PAUD Diperkenalkan Lalin di Taman Lantas

Ana-anak PAUD yang datang berkunjung di taman Lantas Polres Minsel

AMURANG– Banyak cara memperkenalkan bentuk-bentuk aturan pada anak-anak, apalagi bagi anak yang masih dibawah umur lima tahun atau kategori Balita. Pasti bagi orang tua akan sangat sulit. Namun di Polres Minahasa Selatan (Minsel) ada cara tersendiri untuk mengajarkan aturan-aturan berlalu lintas (Lalin).

Adalah taman lalulintas yang ada di Polres Minsel. Kini taman tersebut menjelma menjadi tempat pusat pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH SIK MSi akhir pekan lalu mengungkapkan, Taman Lalulintas yang dibangun Polres Minsel bertujuan sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mengenal aturan dan rambu-rambu lalulintas pada anak.

Dimana lanjut Perdana, dalam pengenalan aturan dan rambu-rambu lalulintas dibutuhkan satu cara tersendiri, atau metode-motode yang menbuat anak cepat mempelajari dan memahaminya.

Lebib jauh dikatakan Perdana, taman Lalulintas adalah salah satu terobosan kreatif kita dibidang pendidikan lalulintas kepada masyarakat khususnya untuk anak-anak usia dini.

“Di sini, anak-anak kita diperkenalkan tentang rambu-rambu lalulintas bersama dengan artinya serta tatacara berlalulintas yang tertib, baik dan aman,” ungkap Kapolres yang dikenal begitu banyak membuat terobasan pada Sabtu (2/12/2017).

Terobosan tersebut langsung mengundang simpati anak-anak. Terbukti pada hari yang sama antusiasme anak-anak yang datang berkunjung begitu banyak. Bahkan hampir setiap hari banyak anak datang bersama orang tua selain berselfie ria namun lebih untuk mendapatkan pendidikan dari para kakak-kakak pembina anggota Satuan Lalulintas Polres Minsel.

Untuk itulah Perdana berharap, dengan adanya taman lalulintas ini, anak-anak usia dini dapat mengenal dan mengerti aturan berlalulintas yang baik dan benar dengan mematuhi rambu-rambu lalulintas yang ada.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Minahasa Selatan AKP Ferdinan Runtu, SH, menyatakan, pihaknya memang mendesain bentuk taman lalulintas ini dengan fitur yang lengkap dan menarik yang dibangun dengan mengusung konsep miniatur Kota Amurang.

“Konsep taman lalulintas kita adalah miniatur dari Kota Amurang sehingga membawa kesan yang nyata dan sesungguhnya; kita juga melengkapi taman dengan fitur-fitur dan pemandangan menarik, dengan kombinasi warna dan tekstur sehingga anak-anak kita yang berkunjung untuk mempelajari rambu-rambu lalulitas disini akan senang, nyaman dan betah,” ungkap Runtu. (Vie)