IKLAN

Pembunuh Bos Salman Disidangkan, Hermain: 6 Kali Tusukan Aksi Saya


MANADO – Pengadilan Negeri (PN) Manado gelar sidang kasus pembunuhan terhadap Salman Ali meninggal dengan 6 luka tusukan, kamis (3/12).

Hermain saat duduk di kursi pesakitan, Kamis (3/12)

Hermain saat duduk di kursi pesakitan di PN Manado, Kamis (3/12)

Pada sidang terungkap kronologis kejadian bermula September 2015 silam terdakwa Hermain Djafat (29) menelpon korban untuk menanyakan gaji.

Saat terdakwa masih bekerja dengan korban, diungkapkan sudah dijanjikan namun tidak pernah ditepati.

Korban pun meminta terdakwa datang ke rumah di Kelurahan Banjer Lingkungan VII untuk mengambil gaji.

Alhasil setibanya di rumah, korban langsung memberi gaji sebanyak Rp. 1.050.000 tapi terdakwa mengatakan uang tersebut kurang yang seharusnya Rp. 1.200.000.

Terdakwa pun pulang dan langsung mamakai uang dengan membeli minuman keras, dalam keadaan mabuk terdakwa mengambil sebuah pisau badik terbuat dari besi putih1 disimpan dipinggang.

Kemudian terdakwa menuju ke rumah korban untuk menanyakan kekurangan gaji sambil memegang pisau.

Korban pun lari namun sempat terjatuh pelaku pun menikamnya dibagian belakang satu kali.

Dalam keadaan berdarah korban pun kembali berlari ke arah perkebunan kebun jati.

Anak korban Karlina Ali sempat menghalau terdakwa, tapi ia tetap mengejar korban hingga saat korbam kembali terjatuh terdakwa pun menikam korban secara berulang kali di bagian dada kiri, lengan kiri dan perut kiri bawah. Ia pun berhenti saat Saksi Karlina memegang tangan terdakwa.

Korban pun masih sempat berdiri dan menuju ke jalan raya untuk meminta pertolongan dan bertemu dengan Suleman Daud.

Saksi Suleman pun langsung membawa korban ke rumah sakit tapi setelah mendapat perawatan medis korban pun meninggal karena sudah kehabisan darah.

Atas Perbuatan tersebut, terdakwa diancam pasal 338 KUHP. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi pada Kamis (10/12).( ekaputra)

IKLAN
loading...