IKLAN

Pemilik Pabrik Miras, Diduga Tutupi Jumlah Produksi


Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Kota Manado, dalam dengar pendapat dengan pengusaha miras.

Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Kota Manado, dalam dengar pendapat dengan pengusaha miras.

MANADO – Permasalahan Minuman keras yang beredar luas di seluruh kalangan masyarakat Kota Manado, membuat DPRD Kota Manado mengecam Peraturan Daerah tentang Minuman keras (Keras) yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang mana hal tersebut terlaksana dengan benar.
Hal ini terungkap dalam Hearing Komisi A DPRD Kota Manado dengan beberapa pengusaha Pembuat Minuman Keras (Miras) yang ada di Kota Manado. Yang mana menurut beberapa pengusaha Pengelola Pabrik Miras,
mereka hanya 1000-1500 botol perbulan.

Para pengusaha miras yang hadir dalam dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Kota Manado.

Para pengusaha miras yang hadir dalam dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Kota Manado.

“Dalam sebulan kami hanya memproduksi 1000-1500 botol Miras, atau sekitar 125 Lusin perbulan. Mungkin akan bertambah sedikit jika ada pesanan dari
luar Daerah,” Ungkap beberapa perwakilan dari pabrik Miras.
Terkait dengan itu, Sekertaris Komisi A Hengky Kawalo meminta, perusahan pengolah Miras, tidak boleh menutup-nutupi jumlah produksi miras yang ada, karena menurutnya dalam bbeberapa sidak yang dilakukan Komisi A, hal berbada malah yang ditemukan di Lapangan.
“Pengusaha Miras seharusnya jangan menutup-nutupi jumlah produksi miras yang sebenarnya, karena kami beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pabrik miras, dan mendapati bahwa jumlah produksi miras jauh lebih besar dari pada yang diungkapkan, jika dalam sidak yang akan kami lakukan berikut dan kedapatan berbeda dengan yang diungkapkan, pabrik tersebut akan kami tindak tegas,” ungkapnya tegas. (christian)

IKLAN
loading...