IKLAN

Pemkot Bitung Diminta Berikan Perhatian Serius Terhadap Fenomena Batu Akik


Pengurus Forsa Warkop Kota Bitung. Gunawan Pontoh (paling kanan, Sam Panai (kedua dari kanan), Tonni Yunus (ketiga dari kanan)

Pengurus Forsa Warkop Kota Bitung. Gunawan Pontoh (paling kanan, Sam Panai (kedua dari kanan), Tonni Yunus (ketiga dari kanan)

BITUNG-Pemerintah Kota Bitung perlu memberikan perhatian serius terhadap batu akik yang lagi ‘Booming’ saat ini, dalam bentuk pameran bahkan harus dipikirkan lokalisasi bagi pedagang, karena ini berpotensi menambah PAD dan juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Tonni Yunus, Wakil Ketua Forum Persaudaraan Warung Kopi (Forsa Warkop) Kota Bitung yang juga Anggota Dekot Bitung.

 

“Pemkot Bitung harus jeli melihat potensi dan peluang dibalik fenomena batu akik, untuk peningkatan  PAD serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, dinamika yang berkembang saat ini sudah jelas berbicara bahwa batu akik perlu mendapat perhatian serius. Kami menyarankan kepada Pemkot Bitung untuk memperbanyak volume kegiatan pameran bahkan perlu dipikirkan lokalisasi bagi pedagang batu akik, dan ini berpotensi besar untuk dunia pariwisata Bitung,”  jelas Yunus kepada manadoline.com, Sabtu (30/5), saat penutupan pameran batu akik di TKB Bitung.

 

Hal senada juga dikatakan oleh Sekretaris Forsa Warkop Kota Bitung Sam Panai, Festival Seni Budaya dan Pameran kreasi Batu Perhiasan yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bitung yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) tanggal 26-27 Mei, ternyata tidak cukup. Melihat animo masyarakat yang sangat besar terhadap batu akik yang sedang ‘booming’ di seluruh Indonesia, membuat pengurus Forsa Warkop Kota Bitung harus mengambil langkah kebijakan mensposori pameran  batu akik selama 3 hari, tanggal 28-30 Mei.

 

“Kami tidak ingin mengecewakan masyarakat pencinta dan pedagang batu akik yang ada di Kota Bitung, dengan menambah waktu pelaksanaan pameran selama tiga hari. Buktinya sampai hari terakhir, lokasi pameran tetap ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli batu akik, dan ini berimbas pada pendapatan pedagang,” ujar Panai yang juga Anggota DPRD Kota Bitung yang didampingi Ketua Forsa Warkop Errow Sondakh.

 

Ia menambahkan, kedepan Forsa Warkop akan berkoordinasi dengan komunitas pencinta batu akik Kota Bitung bersama dengan pihak Pemkot Bitung, untuk memberdayakan segenap potensi yang ada di Kota Bitung khususnya batu akik.

“Harus ada langkah kongkrit terkait hal ini, ternyata batu untuk perhiasan yang berasal dari Kota Bitung tidak kala dengan batu perhiasan dari daerah lain, ini yang harus dikembangkan oleh semua pihak, termasuk Pemkot Bitung” pungkas Panai. (jones)

IKLAN
loading...