IKLAN

Pemkot Manado Hentikan Pembangunan di Lahan Eks Kampung Texas!


Peletakan batu pertama pembangunan Graha Religi oleh Wali Kota Manado Vicky Lumentut

Peletakan batu pertama pembangunan Graha Religi oleh Wali Kota Manado Vicky Lumentut

Desain Graha Religi dan Anggarannya akan Dibahas Bersama DPRD Manado

MANADO—Dinamika yang terjadi atas rencana pembangunan Graha Religi di lahan eks Kampung Texas yang 8 Juni lalu sudah dilakukan peletakan batu pertama, membuat Pemkot Manado terpaksa harus menghentikan pembangunan symbol kerukunan keagamaan di Kota Manado.

“Ini sebagai respons terhadap perkembangan dan dinamika pembangunan Taman Wisata Religi dan Graha Religi. Maka dengan ini kami sampaikan penghentian sementara semua kegiatan pembangunan di lahan eks Kampung Texas,” tegas Franky Mocodompis, juru bicara Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut.

Langkah penghentian ini diambil, menurut mantan Ketua BPC GMKI periode 2002-2004 untuk memberi kesempatan kepada Pemkot Manado melakukan Pembahasan resmi dengan DPRD rencana pembangunan Graha Religi di Taman Wisata Religi tersebut.

“Memang sejak Pak Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan dilantik wali kota dan wakil, Pemkot Manado belum memiliki desain bangunan. Nah, sekarang ini menunggu waktu, akan dibahas bersama anggarannga dengan DPRD Manado,’’ pungkas mantan Ketua SMPT Unsrat periode 1997-1998. (***)

Desain  rencana pembangunan Graha Religi

Desain rencana pembangunan Graha Religi

Kronologis Lahan Eks Kampung Texas Hingga Rencana Pembangunan Graha Religi

SECARA rinci lahan eks kampung Texas dibebaskan tahun 2006, tapi bangunan masjid yang sudah ada tidak dibongkar karena ada rencana pembangunan symbol rumah ibadah untuk 5 golongan agama.

“Sampai dengan dilantiknya Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado, Harley A.B. Mangindaan 8 Desember 2010, Pemkot Manado belum memiliki disain dan dana pembangunan, karena sementara focus pada pelaksanaan 8 (delapan) program pro rakyat,’’ jelas Franky Mocodompis.

Tahun 2012, Pemkot mendapatkan sertifikat tanah dari BPN dengan luas 3.027 m2, kemudian Dinas Tata Kota dibuatkan desain atau gambar untuk 5 golongan agama.

Disain tersebut belum disepakati Pemkot dan DPRD, tapi pihak panitia pembangunan Mesjid Alkhairiyah sudah mengerjakan bangunan baru dan sudah diimbau beberapa kali agar dihentikan kegiatan pembangunan gedung baru karena harus mengantongi izin dari Pemkot untuk membangun.

Foto bersama para anggota DPRD Manado, BKSAUA usai peletakan batu pertama

Foto bersama para anggota DPRD Manado, BKSAUA usai peletakan batu pertama

Rencana pembangunan rumah ibadah kemudian berubah setelah Kong Hu Chu ditetapkan menjadi agama resmi di Indonesia. Karena luas lahan yang ada kalau dibangun rumah ibadah terlalu kecil dan tidak efisien untuk dimanfaatkan sebagai tempat ibadah 6 agama, Pemkot membuat rencana baru memanfaatkan bangunan yang sudah dimulai untuk masjid dengan fungsi; lantai dasar atau lantai 1 gedung yang sedang dibangun sekarang untuk perpustakaan semua golongan agama, sementara untuk lantai 2 dipakai untuk tempat ibadah umat Islam.

Kemudian lahan kosong yang ada, akan dibangun Graha Religi yang terdiri dari 7 (tujuh) lantai untuk difungsikan masing-masing 1 (satu) lantai untuk Katolik, Budha, Hindu, Kong Hu Chu, Kristen Protestan, FKUB, dan BKSAUA. “Gambar atau disainnya nanti akan dibahas oleh Pemerintah Kota Manado dengan DPRD Kota Manado untuk kemudian dianggarkan dalam APBD Pemerintah Kota Manado,” jelas Mocodompis. (***)

Rakor Bersama Polda, Sepakat Pembangunan di Lahan Eks Kampung Texas Dipending

Rakor bersama Kapolda Sulut, Brigjen Wilmar Marpaung bahas dinamika pembangunan di lahan Kes Kampung Texas

Rakor bersama Kapolda Sulut, Brigjen Wilmar Marpaung bahas dinamika pembangunan di lahan Kes Kampung Texas

PEMANFAATAN dan kegiatan di lahan eks kampung Texas juga menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi yang dilangsungkan di Mapolda Sulut, Rabu (24/6). Rapat dipimpin langsung Kapolda Sulut, Brigjen Pol. Drs. Wilmar Marpaung, S.H, diikuti Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Manado, Drs. Joshua Pangkerego, M.A.P. dan Kabag Administrasi Kesra Setda Kota Manado, Joudy Senduk, S.E, Aliansi Makapetor.

Menurut Pangkerego, Rakor berjalan dinamis dan menghasilkan beberapa kesimpulan penting. ”Agar semua pihak dapat menahan diri, tidak bereaksi berlebihan terhadap dinamika yang berkembang, baik di media sosial apalagi melalui aksi unjuk rasa,’’ jelas Pangkerego.

Kapolda sendiri rencana akan memfasilitasi pertemuan selanjutnya yang melibatkan seluruh pihak terkait, baik Pemerintah Kota Manado, Aliansi Makapetor, Panitia Pembangunan Mesjid Alkhairiyah, serta para tokoh agama yang berhimpun dalam BKSAUA dan FKUB. “Pihak Pemkot Manado diarahkan Pak Kapolda untuk memikirkan dan mencari jalan keluar terbaik dari setiap permasalahan yang timbul di lahan eks kampung Texas,” ujarnya. (anto/lipsus)

 

 

IKLAN
loading...