Pengusaha Akan Naikkan Harga Tiket, BBM Kapal Penumpang Dikurangi, Komisi III Bakal Panggil Pertamina

MANADO-Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara,  melaksanakan rapat Koordinasi bersama Stakeholder terkait peningkatan pelayanan Angkutan Laut Nusa Utara (Sitaro,Talaud dan Sangihe).

Rapat koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulut dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapoyos dan tiga anggota dewan dapil Nusa Utara Winsulangi Salindeho, Tonny Supit, Sherly Djanggulung, Para Kepala Pelabuhan serta Para Pengusaha dan Asosiasi Pelayaran.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kadis Perhubungan Provinsi Sulut Lynda Watania mengangkat permasalahan soal pengurangan kuota BBM oleh Pertamina untuk kapal penumpang yg melayani trayek Manado-Nusa Utara.

Usulan trayek baru Manado-Tahuna Melonguane/Lirung, palayaran trayek Manado-Talaud diusulkan setiap hari dengan menyinggahi pelabuhan Managaran dan pelabuhan Beo.

Terungkap dalam rapat koordinasi tersebut, pemilik kapal menaikan tarif karena Pertamina mengurangi kouta BBM.

Tiga anggota DPRD Sulut, Wingsulangi Salindeho, Sherly Tjanggulung menyatakan, bahwa dengan adanya kekurangan BBM untuk Kapal ke Nusa Utara maka pihak Pertamina harus dipanggil untuk melakukan penjelasan.

Sherly Tjanggulung dengan tegas menyatakan, harus ada jawaban dari pihak Pertamina. “Karena namanya Pengusaha Kapal tentunya harus menikmati adanya keuntungan. Sementara dengan naiknya harga tiket maka masyarakat sangat dirugikan apalagi harga komoditi Cengkih, Pala dan Kopra turun,”tegas Tjanggulung.

Sementara itu, Wingsulangi Salindeho mantan Bupati Sangihe juga mengingatkan pihak pengusaha agar memperhatikan penumpang. “Mereka yang naik kapal, masyarakat menengah bawah, kenaikan harga tiket sangat terasa. Penumpang tiket Kapal Manado- Talaud Rp 200 ribu,”ujar Bu Winsu.

Sedang mantan Bupati Sitaro Tonny Supit juga meminta Pertamina harus dipanggil. “Pertamina jangan mengurangi kuota BBM. Masyarakat pasti akan kecewa jika harga tiket naik. Apalagi sudah masuk bulan Desember khususnya dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun baru sudah pasti penumpang akan membludak untuk pulang kampung,”ungkap Tonny Supit.

Tonny Supit mengingatkan soal banyaknya pengaturan yang dikeluarkan pelabuhan manado.

“Saya tidak memihak pengusaha kapal dan masyarakat.Kapal penumpang membeli solar bersubsidi dari pemerintah, harganya setengah kapal Cargo  yang non subsidi. Ini sangat memberatkan pengusaha kapal. Pertamina harus menjelaskan, mengapa sampai terjadi pengurangan BBM, karena saya melihat di beberapa SPBU juga kekurangan BBM. Ini harus dijelaskan apakah karena faktor cuaca atau ada penyebab lain,” ujar Tonny Supit.

Ketua Komisi III Berty Kapojos dalam rapat tersebut berjanji akan memanggil pihak Pertamina dan akan melakukan konsultasi ke Kementerian Perhubungan, karena dalam waktu dekat ini akan ada penambahan kapal ke Nusa Utara. (27)

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020