IKLAN

ADVETORIAL

PERJUANGAN GSVL-MOR DI PILKADA MANADO, UJIAN TUHAN BERBUAH MANIS


Keluarga Besar Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut-Runtuwene

JALAN terjal benar-benar harus dilalui GS Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan (GSVL-MOR) untuk bisa sukses menduduki tahta singasana sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado periode 2016-2021.

Keluarga besar Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan-Markus

Keluarga besar Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan-Markus

Bahkan diakui GSVL, jalan terjal itu nyaris menjadi batu sandungan. Mulai dari dirinya baru berencana maju kembali sebagai Wali Kota Incumbant, hingga Tuhan menjawab doa-nya berpasangan dengan Mor.
“Semua nyaris. SK pencalonanya juga nyaris. Sudah injure time di DPP, besoknya sudah akan mendaftar di KPU, saya tidak ada pasangan. Sampai saya harus berdoa.

Dan Tuhan menjawab, pasangan saya adalah Pak Mor Bastiaan,’’ kata GSVL saat member kesaksian di depan ribuan rohaniawan di geduang Serbaguna Pemkot Manado sehari setelah di lantik Gubernur. (*)

“Sekian Nama Diusulkan, Wajah Pak Mor yang Muncul”

SEMANGAT untuk menjadi pemimpin tulus melayani rakyat Kota Manado ditopang dengan doa menjadi modal GSVL optimis meraih SK dari DPP Partai Demokrat. Tanggal 7 Juli 2015 di Jakarta, saat menegangkan bagi GSVL ketika DPP mengeluarkan SK pencalonannya tapi belum ada pendamping. “Saya berdoa. Memang banyak nama yang diusulkan tapi wajah Pak Mor yang muncul. Saya minta tolang kontak pak Mor di Manado,” kenang GSVL.

Mor Bastiaan saat menjemput GS Vicky Lumentut di Bandara Samratulangi saat tiba dari Jakarta dengan membawa SK pencalonan

Mor sendiri belum bersedia maju. “Kata Pak Mor, ibarat petinju sudah gantung sepatu. Maksudnya, sudah tidak mau terlibat lagi di dunia politik,” ujar GSVL. Sampai dihubungi beberapa kali, Mor pun meminta untuk berdoa dan membicarakan masalah pencalonannya dengan keluarga. “Pak Mor sampai sekarang tidak menjawab langsung untuk maju dengan saya. Tapi saya yakin, Tuhan telah menjawab doa kami,” kata GSVL.

Doa bersama GSVL-MOR didampingi masing-masing istri tercinta, Paula Lumentut-Runtuwene dan Imelda Markus bersama Sekretaris Partai Demokrat Sulut, Marthen Manoppo dipimpin Ketua FKUB, Pdt. Renata Toconuwu

Doa bersama GSVL-MOR didampingi masing-masing istri tercinta, Paula Lumentut-Runtuwene dan Imelda Markus bersama Sekretaris Partai Demokrat Sulut, Marthen Manoppo dipimpin Ketua FKUB, Pdt. Renata Toconuwu

Setelah mengantongi SK, besoknya, 8 Juli subuh GSVL pun dari Jakarta langsung terbang balik Manado. Di Bandara Mor Bastiaan telah menjemput. “Dalam hati saya berkat; kalo bagini jadi saya dan Pak Mor maju,” kenang GSVL. Di bandara, massa yang sudah lama menunggu langsung menjemput. GSVL-MOR pun langsung diarak oleh masyarakat menuju KPU Manado. (*)

Dua Jam Lagi KPU Manado Tutup Pendaftaran

PERASAAN bahagia GSVL setelah MOR sudah siap mendampingi dirinya, lagi-lagi nyaris menemui batu sandungan. Tanggal 8 Juli subuh adalah batas terakhir pendaftaran Calon Wali Kota-Wawali Manado di KPU. “Jam 4 sore pendaftarannya akan ditutup. Kami tiba dari Jakarta, berkas pendaftaran belum siap. Apalagi berkas Pak Mor. Belum ada yang siap,” Nyaris lagi,” cerita GSVL.

GSVL-MOR saat mendaftar di KPU Manado sebagai salah satu calon Wali Kota dan Wawali Kota Manado

GSVL-MOR saat mendaftar di KPU Manado sebagai salah satu calon Wali Kota dan Wawali Kota Manado

Dua jam yang tersisa itu dimanfaatkan tim pemenangan GSVL-MOR untuk menyediakan berkas lengkap. “Sempat ada kendala. Ada surat dari DPP diminta KPU karena belum lengkap. Kami pun telepon ke Jakarta. Hari itu juga DPP mengirim berkas yang diminta KPU,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Sulut ini.

GSVL-MOR bersama pebndukung usai mendaftar di KPU Sulut

GSVL-MOR bersama pebndukung usai mendaftar di KPU Sulut

KPU Manado akhirnya mengumumkan kelengkapan berkas GSVL-MOR dan menyatakan keduanya yang didukung Partai Demokrat dan PKPI menjadi salah satu pasangan calon sah bersama 3 pasangan lain. (*)

Masyarakat Kagum 8 Program Pro Rakyat GSVL-MOR

 TAMPILNYA pasangan GSVL-MOR yang mendapat nomor urut 3 dengan Jargon pasangan CERDAS membuat antusias masyarakat Kota Manado. Kampanye terbuka maupun tertutup di sejumlah lokasi selalu disemuti warga. 8 Program Pro Rakyat menjadi daya tarik tersendiri. Betapa tidak, di awal pemerintahan periode pertama, 8 program benar-benar ala GSVL benar-benar ampuh.

Kampanye GSVL-MOR disemuti ribuan warga Kota Manado

Kampanye GSVL-MOR disemuti ribuan warga Kota Manado

Pencalonan periode kedua berpasangan dengan Mor, 8 program tersebut tambah lengkap. Diantaranya, mulai dari kenaikan upah petugas kebersihan, gaji Pala (kepala lingkungan), program Universal Converage atau kesehatan gratis, honor rohaniawan hingga ketambahan bantuan kepada warga difable sampai bantuan untuk warga usia lanjut.

8 Program Pro Rakyat GSVL-MOR disambut positif warga Kota Manado

8 Program Pro Rakyat GSVL-MOR disambut positif warga Kota Manado

Di sejumlah titik GSVL-MOR kampanye diserbu warga, mulai dari remaja pemilih pemula hingga para lansia untuk mendengarkan 8 program pro rakyat. “Ini program pasangan Cerdas, harus dilanjutkan. Lanjutkan GSVL-MOR…!!!” teriak warga di setiap lokasi kampanye GSVL-MOR. (*)

Modal Pemimpin Tulus Dihadang Black Campaign

DI tengah GSVL-MOR tampil di setiap kampanye dengan modal tulus melayani masyarakat dengan ‘menjual’ 8 program pro rakyat sambil memberikan pembelajaran politik kepada masyrakat justru dihadang dengan kampanye politik Black Campaign lawan politik. Hasil survey elektabilitas GSVL-MOR yang terus naik membuat lawan politik mengambil cara kurang elegan dalam bersaing merebut kursi DB 1 A.

Diterpa black campaign, GSVL-MOR bersama istri terus panjatkan doa bersama

Diterpa black campaign, GSVL-MOR bersama istri terus panjatkan doa bersama

GSVL dihadang sejumlah isu menyesatkan. Mulai dari ijazah pendidikan doktornya di Universitas Harvard, sampai 8 program pro rakyat diadopsi lawan politik. Modal tulus melayani kepada masyarakat membuat GSVL-MOR tak bergeming dengan isu yang menghadang mereka. GSVL-MOR pun tampil apa adanya dengan terus mengedapnkan program pro rakyat. (*)

Saat Genting Tengah Malam Jelang 9 Desember 2015

TANGGAL 9 Desember 2015, adalah hari yang di tunggu-tunggu seluruh masyarakat Indonesia. Sebab hari itu, Indonesia pertama kali melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak. Tapi tidak untuk Kota Manado.

GSVL-MOR terus didoakan sejumlah tokoh agama

GSVL-MOR terus didoakan sejumlah tokoh agama

Massa GSVL-MOR yang sehari sebelumnya (8 Desember 2015) sudah siap-siap menyalurkan hak suara mereka tiba-tiba berubah panic ketika tengah malam tepat pukul 00.00 Wita memasuki tanggal 9 dikejutkan dengan kabar putusan PT TUN Makassar meminta KPU menunda Pilkada Manado menyusul masalah hokum salah satu paslon.

Antara Tim GSVL dan Tim MOR dilanda kepanikan sambil mencari informasi sebenarnya. Bahkan sebagian massa GSVL sempat membuat aksi di kantor KPU Sulut. Aksi itu merenda setelah mendapat perintah dari GSVL-MOR meminta massa mereka tetap tenang. (*)

GSVL ‘Menghilang’ Berdoa di Suatu Tempat

DI tengah kepanikan tanggal 9 Desember subuh itu, mendadak GSVL keluar dari rumah pribadi di Pakowa. GSVL ‘menghilang’ tiba-tiba membuat tim sukses dan pemenangan yang stand by di Pakowa kebingungan mencari.

F-11

GS Vicky Lumentut saat didoakan para hamba Tuhan

“Saya pergi mencari suatu tempat sunyi untuk berdoa. Saya memohon petunjuk Tuhan,” cerita GSVL. Secara tersirat dari doa-nya semalam suntuk, GSVL mengakui, ada rencana Tuhan yang lain. Dia pun meminta tim sukses, tim pemenang sampai massa pemilih untuk tenang dan bersabar.

Doa GSVL-MOR pun ampuh meredam kemarahan massa mereka hingga dengan penuh kesabaran saat genting-genting itu dilalui sambil menunggu pengumuman KPU apakah Pilkada Manado akan dilaksanakan 2017 atau tetap dalam tahapan Pilkada Serentak. (*)

KPU Umumkan Pilkada Susulan 17 Februari 2016, Nyaris Digagalkan

DOA GSVL-MOR pasca Pilkada serentak di Manado ditunda akhirnya terjawab. KPU resmi mengumumkan Pilkada Manado susulan akan digelar 17 Februari 2016. Perasaan sumringah pendukung GSVL-MOR tak bisa tersembunyikan. GSVL-MOR kembali merapatkan barisan bersama Tim Sukses, Tim Pemenang dan Massa Pendukung.

GSVL-MOR tampil memukai dalam Debat Kandidat

GSVL-MOR tampil memukai dalam Debat Kandidat

Di setiap waktu luang, GSVL-MOR tak henti-hentinya berdoa mengucapkan syukur kepada Tuhan. Baik doa secara pribadi hingga doa bersama para tokoh agama. Tak sedikit juga beberapa kali kelompok Tim Doa datang menemui GSVL maupun MOR untuk berdoa bersama memberi kekuatan dan mempersipkan diri menyambut Pilkada Manado susulan.

Meski begitu, masih ada juga riak-riak kecil dari lawan politik berusaha menggagalkan Pilkada susulan 17 Februari. Kelompok lawan politik lebih menginginkan Pilkada Manado dilaksanakan tahun 2017 dengan tujuan GSVL-MOR gagal merebut singsana Wali Lota-Wawali Manado. (*)

Saat Genting Itu Terulang Kembali 17 Februari Tengah Malam

SEHARI sebelum waktu pencoblosan Pilkada sususlan, tepatnya 16 Februari, tiba-tiba tim DPP partai Demokrat muncul di Manado. Aroma penggagalan Pilkada pada besoknya telah tercium. Tengah malam memasuki 17 Februari waktu pencoblosan, di sebuah hotel berbintang di kawasan Boulevard jalan Piere Tendean yang menjadi markas Tim GSVL-MOR berkumpul semua tim. Itu tatkala ketika terdengar kabar ada usaha Pemerintah Kota Manado masa transisi ketika itu secara tidak langsung berusaha menggagalkan Pilkada 17 Februari. Tim DPP Partai Demokrat yang datang ke Manado harus menggelar jumpa pers tengah malam itu untuk menguatkan masyarakat kalau Pilkada susulan tetap digelar.

Sempat terjadi ketegangandan tarik menarik kebijakan antara pemerintah dan KPU selaku penyelenggara pemilihan umum. Pemerintah bersikeras tidak akan membayar honor penyelenggara Pilkada Add Hoc jika Pilkada susulan tetap dilaksanakan.

GSVL-MOR menggelar jumpa pers meminta pendukung dan masyarakat Kota Manado tenang dengan kondisi politik yang memanas

GSVL-MOR menggelar jumpa pers meminta pendukung dan masyarakat Kota Manado tenang dengan kondisi politik yang memanas

Di sisi lain, KPU tetap pada aturan agar Pilkada susulan harus digelar 17 Februari meski tidak ada anggaran. Di tengah suasana tegang dan panic, bahkan di saat bersamaan sejumlah paslon mengambil kesempatan menggelar serangan fajar dengan berbagi sembako kepada masyarakat, justru GSVL-MOR menghilang dari kerumuman tim pendukung.

Subuh sekitar pukul 02.00 Wita tanggal 17 Februari itu, GSVL-MOR pergia ke salah satu tempat untuk berdoa meminta petunjuk. Selang satu jam kemudian, KPU Sulut bersama KPU Manado memutuskan tetap menggelar Pilkada susulan tanggal 17 Februari dalam jumpa pers. Pemkot Manado di masa transisi pun kewalahan. Akhirnya menyerah meski niat mereka untuk menahan honor PPS, KPPS dan PPK hingga kini belum terbayar. (*)

Kemenangan Digugat ke MK, GSVL-MOR Minta Pendukung Tenang

PENDUKUNG GSVL-MOR ternyata belum bisa berpuas diri atas raihan suara GSVL-MOR dalam Pilkada Susualan. Pasalnya GSVL-MOR harus berurusan lagi dalam proses di Mahkamah Konstitusi (MK) setelah digugat salah satu Paslon. Kemenangan GSVL-MOR dituding banyak terjadi pelanggaran sehingga KPU selaku penyelenggara Pilkada bersama GSVL-MOR masih menyelesaikan urusan dengan MK.

Suasana sidang gugatan Pilkada Manado di Mahkamah Konstitusi

Suasana sidang gugatan Pilkada Manado di Mahkamah Konstitusi

Segala bentuk usaha menggagalkan kemenangan GSVL-MOR ini nyaris membuat emosi massa pendukungnya capai titik klimaks. Meski begitu, GSVL-MOR terus menerus meminta dan berharap pendukung mereka tetap tenang sambil mengikuti jalannya sidang gugatan MK di Jakarta.

Mor Bastiaan berdoa di sela-sela sidang putusan gugatan Pilkada Manado di MK

Mor Bastiaan berdoa di sela-sela sidang putusan gugatan Pilkada Manado di MK

Tiga kali digelar sidang, akhirnya majelis hakim MK menolak gugatan paslon penggugat dan menyatakan kemenangan GSVL-MOR murni. GSVL-MOR bersama tim yang ikut ke Jakartai pun kembali ke Manado dengan membawa kemenangan. (*)

Disambut Haru, GSVL-MOR: Kalo Tuhan So Kase Jalan, Tak Ada Seorang Pun Bisa Pele  

GSVL-MOR masih di Jakarta, masyarakat Kota Manado sudah mendengar kabar putusan MK kalau gugatan penggugat terhadap hasil Pilkada susulan telah ditolak MK. Ribuan masyarakat pun dengan perasaan haru langsung menyemut di Bandara Samratulangi. Berjam-jam menunggu sejak pagi hari tak menyurut rasa bosan masyarakat berlama-lama di bandara menunggu calon pimpinan Cerdas mereka.

GSVL-MOR disambut haru ribuan warga di Bandara Samratulangi usai putusan MK

GSVL-MOR disambut haru ribuan warga di Bandara Samratulangi usai putusan MK

Sore sekitar pukul 16.00 Wita sebuah pesawat Garuda landing. GSVL-MOR pun langsung disambut ribuan masyarakat Manado. Kedatangan GSVL-MOR ini juga disambut Tim Doa. Keduanya langsung didoakan sebagai pemimpin takut Tuhan yang sabar melalui cobaan dalam berjuang di Pilkada Manado.

GSVL-MOR didoakan sesaat setelah tiba di Bandara Samratulangi

GSVL-MOR didoakan sesaat setelah tiba di Bandara Samratulangi

“Kalo Tuhan So Kase Jalan, Tak Ada Seorang Pun Bisa Pele,” kata GSVL disambut yel… yel ribuan pendukung GSVL-MR yang sudah menyemut di luar bandara. GSVL-MOR pun langsung di arak ribuan pendukung menuju kantor KPU Manado. Konvoi kendaraan yang sempat memacetkan arus lalu lintas sepanjang jalan AA. Maramis sempat menjadi perhatian masyarakat. (*)

GSVL-MOR diarak ribuan warga konvoi menuju KPU Manado

GSVL-MOR diarak ribuan warga konvoi menuju KPU Manado

Resmi Dilantik Gubernur, GSVL-MOR Siap Bersinergi dengan Pemprov Sulut  

F-16MESKI kemanangan dalam arena Pilkada sudah digenggam. Namun masyarakat Kota Manado masih dibuat penasaran dengan jadwal pelantikan terhadap GSVL-MOR sebagai Wali Kota dan Wawali Manado periode 2016-2021. Selama dua bulan lebih sejak putusan MK, masyarakat dibuat menunggu, menyusul SK dari Mendagri belum kunjung tiba di tangan pemerintah Provinsi.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyerahkan SK Wali Kota dan Wawali Kota Manado terpilih kepada GSVL-MOR sebelum pelantikan

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyerahkan SK Wali Kota dan Wawali Kota Manado terpilih kepada GSVL-MOR sebelum pelantikan

“Sebenarnya tanggal 5 April SK-nya sudah ada. Tapi saya minta ke Pak Gubernur jangan buru-buru digelar pelantikan. Pak Gubernur juga setuju karena beliau juga selama April sibuk, belum ada waktu melantik,” kata GSVL. Tanggal 9 Mei pun jadi waktu tepat untuk dilakukan pelantikan. “Saya sampaikan tanggal 9 Mei itu tanggal yang tepat. Karena saya juga masih ada urusan dengan keluarga di luar daerah. Pak Gubernur pun sepakat tanggal 9 Mei,” jelas GSVL.

Gubernur Olly Dondokambey resmi melantika GSVL-MOR sebagai Wali Kota-Wawalui Kota Manado terpilih

Gubernur Olly Dondokambey resmi melantika GSVL-MOR sebagai Wali Kota-Wawalui Kota Manado terpilih

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey akhirnya resmi melantik GSVL-MOR di Graha Gubernur Kompleks Bumi Beringin, Senin (9/5). GSVL-MOR pun berjanji dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Manado akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi.

Gubernur Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw akrab bersama Wali Kota-Wawalui Manado, GSVL-MOR

Gubernur Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw akrab bersama Wali Kota-Wawalui Manado, GSVL-MOR

“Setelah dilantik, Saya dan Pak Mor focus melayani masyarakat dan menjalankan program-program seperti yang kami janjikan dalam kampanye. Kami akan selalu bersinergitas dalam bekerja. Tak ada seorang pun yang akan mengganggu sinergitas saya dan Pak Mor dan dengan Pemprov Sulut,” pungkas GSVL. (antoreppy)

 

 

IKLAN
loading...