IKLAN

Jadi Icon Kota Manado, Bakal Mengurangi Kemacetan

Permintaan Presiden kepada Wali Kota GSVL Sebelum Jembatan Soekarno Diresmikan


Inilah jembatan Soekarno dalam tahap finishing yang bakal menjadi icon di Kota Manado. (foto: anto/manadoline)

Inilah jembatan Soekarno dalam tahap finishing bakal menjadi icon di Kota Manado. (foto: anto/manadoline)

MANADO—Kendati kalau dilihat jembatan tersebut belum akan selesai tepat waktu, namun Walikota GSVL memastikan bahwa masyarakat Manado dalam waktu dekat ini sudah bisa menggunakan jembatan tersebut, apalagi ada permintaan langsung dari Presiden Jokowi bahwa sebelum jembatan itu diresmikan maka jembatan itu sudah boleh diujicoba.

“Besok (hari ini, red) sudah boleh diujicoba. Tapi mungkin usai diresmikan, akan ditutup kembali satu atau dua hari supaya pengerja fokus menyelesaikan yang belum selesai,” kata Walikota GSVL.

Kemudian lanjut Walikota visioner ini, jembatan ini juga akan dilengkapi dengan lampu jalan agar pengguna jalan merasa nyaman melintas di jembatan itu di malam hari.

“Alangkah baiknya nanti ada penerangan jalan dan jembatan itu dipercantik juga. Ini semua untuk membuat Manado yang lebe bae,” tukas Ketua para Walikota se-Indonesia ini, seraya menambahkan bahwa selain memperlancar perekonomian warga juga akan mengurai kemacetan yang belakangan ini sulit dihindari.

Diketahui, jembatan Soekarno ini dibangun sejak 12 Oktober 2003. Saat ground breaking, dihadiri Presiden (saat itu) Megawati Soekarnoputri. Hampir 12 tahun, pembangunan jembatan ini terkatung-katung.

Masyarakat banyak melancarkan protes karena penyelesaiannya dinilai lambat. Saat ini, jembatan tersebut sudah

Wali Kota Vicky Lumentut baru saja turun dari puncak Jembatan Soekarno setinggi 65 meter. (foto: anto/manadoline)

Wali Kota Vicky Lumentut baru saja turun dari puncak Jembatan Soekarno setinggi 65 meter. (foto: anto/manadoline)

tersambung. Lampu-lampu sekeliling jalan juga sudah dipasang.

Sumber dana pembangunan ini dari APBN murni. Dimulai 2003-2005 dengan anggaran Rp43.985.327.000, dan pada 2007-2011 dialokasikan APBN sebesar Rp162.681.198.350. Terakhir 2014 sebesar Rp66.933.015.000.

Kepala Proyek Jembatan Soekarno PT Hutama Karya (Persero) Michael Rumenser mengakui, pengerjaan jembatan ini sempat terhenti sementara akibat perubahan desain.

“Memang sempat tidak ada kegiatan konstruksi pada 2006 dan 2013. Ini karena ada perubahan desain oleh konsultan perencana untuk lebih memperkuat konstruksinya,” ujarnya. Sejak itu,

lanjutnya, Kementerian PU sebagai pemilik proyek meminta agar konstruksinya diperkuat lagi, dan itu sudah dilakukan konsultan perencana. Pada 2015 ini dianggarkan Rp6,9 miliar untuk finishing untuk pengaspalan, regel beton, besi pengaman di atas regel, trotoar, dan penerangan jalan umum di jembatan utama. (anto reppy/advnews)

IKLAN
loading...