IKLAN

PMI Cabang Boltim ‘Sekarat’, Mobil Operasional Saja Tanpa BBM


Logo PMI 4BOLTIM – Ini sangat memiriskan. Mestinya Palang Merah Indonesia (PMI) harus menjadi prioritas dalam hal support pendanaan. Tidak demikian yang terjadi di Kabupaten Boltim.

PMI cabang setempat boleh dikatakan sedang ‘tersiksa’. Informasi yang didapat melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, untuk bayar listrik di sekretariat saja, kesulitan.

Bahkan telah delapan bulan ini, PMI Boltim yang dipimpin Medy Lensun yang wakil bupati (wabup) belum menerima dana hibah dari pemerintah daerah. Organisasi kemanusiaan ini, tak semulus organisasi lain dalam mendapatkan anggaran.

“Sudah delapan bulan ini tak ada kejelasan kapan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) disahkan dan diserahkan. Jujur saja, kondisi di sekretariat cukup memprihatinkan, listrik sudah tidak nyala, kertas saja habis, mobil operasional sudah sebulan tidak jalan karena tidak ada bahan bakar,” kata Rio Indra Gaib, Kepala Markas PMI Boltim. Ungkapnya, pihak mereka sudah berulang-ulang kali menanyakan hibah dana untuk PMI namun belum mendapat kejelasan. “Hanya selalu dijanjikan tapi belum terealisasi.

Banyak kegiatan kemanusiaan kita yang sulit dilaksanakan karena ketiadaan dana ini,” sebutnya serius.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Oskar Manoppo mengatakan NPHD untuk PMI sudah ada namun belum diteken bupati.

“Karena berkas NPHDnya selalu dibawa oleh kepala markas. Itu tinggal ditandatangani,” sebut Oskar. Dia jelaskan, jumlah dana hibah untuk PMI tahun ini senilai Rp 300 juta. Nilai ini hanya setengah dari hibah pemkab ke PKK yakni senilai Rp 600 juta. “Untuk PMI Rp 300 juta, PKK 600 juta, sedangkan untuk Dharma Wanita sudah ditiadakan,” pungkas Oskar. (yoan)

IKLAN
loading...