IKLAN

Polda Sulut, Ungkap Pelaku Sindikat Curanmor


Para pelaku sindikat curanmor, yang berhasil ditangkap pihak Polda Sulut.

Para pelaku sindikat curanmor, yang berhasil ditangkap pihak Polda Sulut.

MANADO – Polda Sulutm berhasil mengungkap para pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang kerap beraksi di beberapa wilayah di Kota Manado.
Subdit IV Ranmor Ditreskrimum Polda Sulut, Kamis, (05/02), mendapatkan laporan dari masyarakat di Tompaso Baru Minahasa Selatan (Minsel) dijadikan transaksi jual beli sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. Kemudian tim segera menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan berhasil menagkap tiga pelaku HL, FI dan SM di Desa Torout berserta barang bukti.
Berdasarkan keterangan tiga pelaku ini, tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua anggota sindikat lainnya yaitu JL dan AL, di kampung Doger Kelurahan Pakowa koka Maano
Berdasarkan keterangan dari tiga pelaku ini, Tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua anggota sindikat lainnya yaitu JL dan AJL pada Jum’at (06/02/2015) di Kampung Doger, Kelurahan Pakowa, Manado.

Tim terus melakukan pengejaran terhadap anggota sindikat lainnya, hasilnya tim kemudian kembali berhasil meringkus empat anggota sindikat yaitu SO, FR, JK dan CL di Perumahan CHT Desa Sea, pada Senin, (09/02). Dengan total barang bukti dari para sindikat 23 unit sepeda motor, yang kini berada di Mapolda Sulut.
Sementara itu Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Krisno Siregar, mengatakan indikasi sementara dari sembilan tersangka ini adalah sindikat Manado dan Minsel.
“TKP berada di wilayah hukum Polresta Manado, tetapi pada umumnya hasil curian dijual di Kecamatan Tompaso Baru, Minsel. Jadi bisa dikatakan ini adalah sindikat Manado Minsel,” ungkap Siregar.
Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik menambahkan, anggota sindikat yang berhasil ditangkap masing-masing memiliki peran yang berbeda. “Tersangka sindikat curanmor ini memiliki peran yang berbeda. Empat tersangka yaitu SO, FR, JK dan CYL sebagai eksekutor. Tiga tersangka lainnya HL, FI dan SM sebagai penadah hasil curian. Untuk dua tersangka lain yaitu JL dan AJL berperan sebagai penyedia angkutan dan penyedia pembeli. Para tersangka curanmor ini dijerat dengan Pasal 55, 56 dan 363 KUHP,” ujar Kabid Humas. (redaksi).

IKLAN
loading...