IKLAN

Polda Terbitkan SPP Korupsi MaMi, Tekanan Darah Pejabat Boltim Ini Mendadak Naik


foto ilus

foto ilus

MANADO – Mendadak sakit, Sekda Kabupaten Boltim, Sulut tiba-tiba dilaporkan sakit. Penyidik Subtipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direkrimsus) Polda Sulut pun akhirnya batal menahan RP alias Rec.

Rec sebelumnya telah dijadikan tersangka dugaan kasus korupsi dana Makan Minum (MaMi) di secretariat Pemkab Bolmut tahun anggaran 2012. Dan Selasa (8/12), Rec akan diperiksa bahkan saat itu sudah terbit Surat Perintah Penahanan (SPP).

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ditemui di Ruang PID Humas Polda Sulut mengungkapkan, dari pemeriksaan sekitar 20 saksi termasuk penyedia jasa 16 orang, ditemukan bukti kuat tersangka Sekda Bolmut menjadi orang yang bertanggung jawab.

Sedangkan tersangka oknum bendahara berinisial IM alias Iyam, dinilai sebagai otak dalam kasus ini, karena proses pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilakukan tanpa adanya kegiatan alias fiktif.

Tak hanya itu, tersangka pun dianggap telah melanggar keputusan menteri nomor 13 tahun 2006, tentang pengelolaan keuangan daerah. “Berkas tersangka Iyam berstatus P-19 oleh Jaksa, makanya ini menjadi acuan kita untuk menambah tersangka atas keterangan dan bukti pemeriksaan,” jelas Damanik.

Dia menjelaskan, tersangka mencairkan dana seakan ada kegiatan, padahal fikif kegiatannya. Di Bolmut itu ada sekitar 11 pos kegiatan. Seharusnya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tahu jelas anggaran dan kegiatannya ada atau tidak.

“Kita akan kembangkan lagi kasusnya, karena kasus korupsi kan berjamaah,” kata Damanik.

Setelah dilakukan pemeriksaan penyidik, tersangka Sekda Bolmut digiring ke Rumah Sakit Bhayangkara, Karombasan untuk diperiksa kesehatan. Pasalnya, SPP telah diterbitkan dan tersangka segera dijeblos ke sel tahanan.

Sayangnya, setelah diperiksa tim dokter sebelum ditahan, tersangka mengalami shok hingga tekanan darah naik drastis. (ekaputra)

IKLAN
loading...