IKLAN

Poli Sebut KPU Sulut Lakukan Pelanggaran Kode Etik


Rivai Poli saat memberikan keterangan sebagai saksi ahli

Rivai Poli saat memberikan keterangan sebagai saksi ahli

MANADO-Sidang lanjutan gugatan Elly E Lasut dan David Bobihue Akid terhadap Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulut  dalam sengketa Pemilukada, semakin menarik untuk diikuti.

Hal ini dibuktikan ketika pihak  Elly Lasut dan David Bobihue Akid menghadirkan saksi ahli Rivai Poli ketika sidang yang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilukada (Bawaslu) Jumat (11/9).

Dihadapan sidang yang dipimpin oleh Herwyn Malonda, Rivai Poli yang juga mantan komisioner KPU Privinsi dengan tegas menyatakan tidak diloloskannya Elly Lasut sebagai calon gubernur adalah suatu pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Sulut.

Pasalnya, hanya KPU Sulut yang tidak meloloskan calon gubernur yang statusnya bebas bersyarat. ” Di Semarang, Sidoarjo, Manado, Guvendigul (Papua) semua bebas bersyarat yang masuk. Padahal mereka mengunakan perundang-undangan dan Peraturan KPU yang sama. Dan sudah ada bukti legal standing yaitu gugatan Djuwanto ke MK,” ungkap Poli di persidangan kemarin.

Lanjut Komisioner KPID ini, dalam fakta sidang sudah jelas KPU telah melakukan kegiatan di luar tahapan  Pilkada tidak sesuai dengan perundang-undangan dan PKPU. Yaitu jadwal tahapan. Salah satu buktinya pada 23 Agustus itu tidak ada  verifikasi berita acara . Nah, ini dilakukan oleh KPU,” tegas Poli.

Dengan alasan inilah, Poli yang nampak semangat memberikan keterangan sebagai saksi ahli menghimbau jika ada yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ke DKPP.

Dari pantauan harian ini, lima komisioner KPU Sulut, Yessi Momongan,  Ardiles Mewoh, Vivi George, Sukifli Golongonh, Fahrudin Noh nampak terpojok dengan keterangan dari Rivai Poli.

Sidang akan dilanjutkan Sabtu (12/9) dengan agenda kesimpulan dari penggugat dan termohon. (mom)

IKLAN
loading...