IKLAN

Program ODSK Bakal Terkendala HIV-AIDS


image

Jones Oroh

MANADO Program ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) yang dicanangkan beberapa waktu lalu oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw bakal terkendala oleh beberapa hal, salah satunya adalah penyebaran HIV dan AIDS.

Menurut pakar hukum kesehatan Jerry Tambun SH LLM SJD, semakin menyebarnya HIV-AIDS justru akan menimbulkan masalah kemiskinan.

“HIV-AIDS bukan saja masalah kesehatan tapi juga mempunyai implikasi sosial terutama ekonomi. Penderitaan tidak saja dialami oleh seseorang yang terinfeksi HIV-AIDS tapi juga akan dirasakan oleh seluruh keluarganya karena untuk perawatan dan pengobatannya memerlukan dukungan psikososial dan ekonomi,” urai Tambun.

Tidak sedikit biaya yang diperukan untuk kesembuhannya, hal inilah yang nantinya akan menimbulkan kemiskinan bagi keluarga tersebut.

“Bayangkan saja kalau sudah ada ribuan orang yang terinfeksi HIV-AIDS di daerah ini dan tidak ada campur tangan serius dari pemerintah. Memang ada bantuan lembaga donor untuk program ini, tapi itu sudah sangat terbatas dan berkurang pembiayaannya karena bantuan lembaga donor itu hanya tambahan saja,” tambah Tambun.

Terhadap hal ini Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulut melalui pengelola program Jones Oroh, menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut cukup beralasan karena sesuai data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sulut sampai dengan November 2015 sudah 1950 orang terinfeksi HIV-AIDS dan tersebar di semua kota dan kabupaten se Sulut.

“Namun KPAP Sulut dibawah pimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini sesuai fungsinya terus melakukan koordinasi bersama sektor terkait baik instansi pemerintah maupun LSM dan komunitas peduli Aids bahkan kelompok-kelompok populasi bersesiko untuk bersama mengatasinya,” ujar Jones.

Ditambahkannya untuk program pemeriksaan dan pengobatan terus dioptimalkan oleh Dinas Kesehatan dengan tujuan untuk meminimalisir kematian orang yang terinfeksi HIV-AIDS.

Menurut Jones, penemuan kasus HIV-AIDS terus diupayakan agar supaya orang-orang yang sudah terinfeksi HIV-AIDS namun belum mengetahui statusnya bisa diupayakan tetap hidup dan berdaya dan yang terpenting adalah tidak lagi berperilaku beresiko sehingga memutus rantai penularan ke orang lain karena sudah mendapatkan pendampingan dari tim pendamping.

“Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk kesinambungan program dan juga meminimalisir stigma dan diskriminasi terhadap Orang Terinfeksi HIV-AIDS dan Komunitas beresiko lainnya,” kunci Jones. (kandi)

IKLAN
loading...