PT Alians Tetap Produksi, Puluhan Karyawan "Ngamuk" di Pemkot

(Plt. Sekot Bitung Yoke Senduk ketika menerima buruh PT Alians di halaman kantor walikota)
(Plt. Sekot Bitung Yoke Senduk ketika menerima buruh PT Alians di halaman kantor walikota)
(Plt. Sekot Bitung Yoke Senduk ketika menerima buruh PT Alians di halaman kantor walikota)

 

BITUNG – Puluhan buruh PT Aliansi mendatangi kantor Walikota Bitung, Rabu (08/03/2017). Kedatangan sejumlah buruh mendesak agar Pemkot segera menindak tegas PT Alians buntut masih melakukan produksi. “Setahu kami sudah ada rekomendasi tidak ada lagi produksi sebelum ada kejesalan status buruh di perusahaan tersebut,” kata Esthepanus “Petu” Sidangoli Ketua FSP RTMM SPSI.

Sidangoli yang didampingi Sanny Kakauhe, menyesalkan jika Pemkot Bitung tidak segera mengambil tindakkan tegas terhadap perusahaan tersebut. “Jangan sampai kami menilai Pemerintah Kota Bitung lemah dalam menyelesaikan masalah buruh di daerah ini,” katanya.

Suasana di halaman Pemkot Bitung sempat ribut ketika sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (SP3) meminta agar para buruh keluar dari kantor walikota. “Semua buruh yang datang ke kantor walikota ini adalah warga Bitung, jadi kami minta agar SP3 jangan coba-coba mengusir kami,” tegas Sidangoli dan Kakauhe.

Plt Sekretaris Daerah Kota Bitung Yoke Senduk ketika menerima para buruh mengatakan, Pemkot Bitung melalui Dinas Tenaga Kerja sudah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, dan dalam pertemuan itu sudah ada kesepakatan agar produksi dihentikan sementara sampai ada kejelasan status dari para pekerja. “Sesuai kesepakatan kegiatan produksi dihentikan sampai persoalan pekerja sudah dituntaskan. Jadi kami heran kalau perusahaan masih melakukan produksi atau melanggar kesepatan tersebut,” tutur Senduk sembari meminta agar Dinas Tenaga Kerja segera meninjau ke lokasi PT Alians.(hry)

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020