IKLAN

Publik Maklum Media Giring Opini Angkat Ai Pasca Pleno KPU Agar Lape Tak Kecewa


image

Para saksi paslon melihat rekapitulasi suara Kecamatan Singkil saat Pleno KPU kemarin

MANADO – Fenomena peran media di Pilwako Manado di mata publik tak bisa dipungkiri sangat kuat. Isu mengangkat para calon yang bertarung untuk menguasai tumpuk kepemimpinan Wali Kota periode 5 tahun kedepan bisa menggiring masyarakat hanyut dalam wacana calon yang unggul dalam pesta demokrasi Pilkada Manado.

Tak ubahnya seperti pemberitaan pasca hari pertama KPU menggelar pleno di Hotel Grand Kawanua International Center (GKIC), Rabu (24/2) kemarin. Ramai-ramai diberitakan pasangan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (AI-JA) telah unggul di Pilwako Manado.

Publik pun hanya tersenyum kecut. “Masyarakat Kota Manado tak bisa dibodohi. Berita-berita itu hanya untuk menghibur Om Lape (EE. Mangindaan) ayah calon Wali Kota, Ai Mangindaan. Lihat saja, Om Lape bersama istri sampe datang di hotel Novotel ingin mengetahui perkembangan pleno KPU hari pertama,” celoteh Nando Kansil.

image

EE. Mangindaan, ayah Calon Wali Kota Harley Mangindaan memberi memberi semangat para saksi dan tim sukses Paslon Ai-JA di Hotel Novotel

Masyarakat sendiri tahu, pleno rekapitulasi perolehan suara Pilwako Manado masih sementara berlangsung, belum tuntas 11 kecamatan. Baru 5 kecamatan selesai, yakni Wenang, Bunaken Kepulauan, Malalayang, Tikala dan Mapanget. Itu pun minus Kecamatan Singkil yang dipending proses rekapitulasi.

Kecamatan Singkil, diketahui suara pasangan GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) unggul telak 8.714 suara (berdasarkan formulir C1 KPPS di web.kpu.go.id). “Kalo pleno Singkil tidak dipending, GSVL-MOR unggul jauh dari paslon lain,” ujar Nando.

Dalam web.kpu.go.id, suara pasangan GSVL-MOR kuasai 7 kecamatan (Singkil, Wenang, Wanea, Paal Dua, Tikala, Bunaken Kepulauan dan Bunaken). Sisanya 4 kecamatan, Malalayang dan Mapanget diungguli pasangan Ai-JA serta pasangan HJP-Tora unggul di Kecamatan Sario dan Tuminting.

Tak heran, opini mengangkat suara Ai pasca hari pertama pleno KPU, membuat publik tersenyum kecut. Mereka memaklumi karena Pilkada ini pertarungan harga diri Mangindaan. “Jangan sampe Pak Mangindaan kecewa, kasihan donk Pak Ai,” ujar Fany Kurniawan.

Ditambahkan Alwin Rondonuwu, warga Manado lainnya, pasangan yang memenangi Pilkada sesungguhnya terlihat saat pleno tingkat kecamatan, 4 hari pasca pilkada.

“Tanpa bermaksud mendahului hasil KPU, pleno ini hanya merupakan proses pengesahan dan legitimasi legalitas. Kemenangan sesungguhnya sudah diraih saat pleno kecamatan. Karena sesudah 4 hari pasca pilkada sdh tidak ada lagi keberatan yang bida diakomodir sesuai UU PKPU,” katanya sambil meminta kepada masyarakat Manado tidak terprovokasi dengan pemberitaan. “Percayakan semuanya kepada penyelenggara pemilu, KPU,” pungkas Alwin. (antoreppy)

IKLAN
loading...