IKLAN

Ranperda BUMD Mulai Dibahas, Anggota Pansus Malas Hadir


MANADO-Sebagai bentuk keseriusan dalam pembahasan Ranperda BUMD. Rabu (11/5) Ranperda inisiatif Komisi II DPRD Sulut sudah mulai dilakukan pembahasan dengan menghadirkan pihak eksekutif.

Teddy Kumaat selaku Ketua Pansus BUMD menyatakan, pertemuan pertama dengan eksekutif adalah membahas subtansi dari Ranperda BUMD tersebut.

MINIM: Pembahasan Ranperda BUMD yang kurang dihadiri anggota Pansus

MINIM: Pembahasan Ranperda BUMD yang kurang dihadiri anggota Pansus

“Perda BUMD  memiliki perbedaan dengan perda-perda usulan dari pihak eksekutif,” terang Kumaat.

Lanjutnya, karena Ranperda BUMD adalah perda inisiatif baru, dengan pengertian biasa DPRD mengkritisi, memberikan masukan dan DPRD juga yang merespon. Tetapi sekarang yang mengkritisi dan memberikan respon adalah rancangan ranperda ini adalah pihak eksekutif.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Sulut, Sanny Parengkuan selaku pihak eksekutif mengungkapkan,  Perda BUMD ini sangat penting bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu pembahasan ini harus dipercepat.

“Ranperda BUMD sudah sangat mendesak. Karena banyak program-program strategis yang penanganannya harus melalui BUMD, sperti KEK, infrastruktur tol, harga pangan, listrik, BBM ,” kata Parengkuan usai pembahasan.

Namun sangat disayangkan dalam pembahasan Ranperda BUMD ini tidak dihadiri oleh semua anggota Pansus. Padahal ketika pembentukan Pansus, hampir sebagian anggota Fraksi berharap masuk dalam Pansus BUMD.

Tetapi ketika mulai pembahasan, mulailah anggota dewan menunjukan sikap malasnya dengan tidak menghadiri pembahasan. Yang terpantau anggota Pansus yang hadir adalah Teddy Kumaat, Ferdinand Mangumbahang, Netty A Pantow, Boy Tumiwa. (mom)

IKLAN
loading...