IKLAN

Ranperda Insiatif ‘Membludak’ SVR Sebut Anggota Dewan Hanya Cari Kerja


MANADO-Pembuatan Ranperda usulan Insiatif DPRD dinilai oleh Wakil Ketua Dewan, Stevanus Vreeke Runtu (SVR) tidak bermanfaat atau hanya mencari kerja saja.

Stevanus Vreeke Runtu saat menghadiri rapat Baleg

Stevanus Vreeke Runtu saat menghadiri rapat Baleg

Penegasan ini disampaikan SVR ketika rapat pimpinan dewan bersama dengan Badan legislasi, Senin (1/8).

“Jika ada yang sangat penting ditengah masyarakat belum dilakukan oleh eksekutif, barulah dibuat Perda insiatif dewan. Jangan kajiannya ekesekutif kita buat Perda insiatif ini namanya cari kerja saja,” jelas SVR.

Lanjut Ketua DPD Golkar Sulut, agenda Prolegda sekarang ini istilahnya tambal sulam.

“Masa jika ditanyakan sudah berapa ranperda yang dibawas jawabnya lupa. Jangan tiba saat tiba akal. Tetapi harus dipikirkan mana yang paling penting dan menjadi target ditengah masyarakat,” tegas SVR ketika rapat pembahasan refisi Prolegda.

SVR juga prihatin ada Ranperda yang sampai 3 kali direfisi ini namanya anggota DPRD hanya cari kerja.

” Tadi sudah terungkap jika Badan legislasi kurang diminati. Trus kenapa banyak Ranperda Insiatif yang dibuat sekali lagi saya katakan ini namanya cari kerja. Sebelumnya jarang sekali DPRD mengeluarkan Ranperda insiatif sampai 3
buah, tapi tahun ini ada 7, bayangkan,” tukas SVR.

Dalam rapat kemarin juga, mantan Bupati Minahasa 2 periode ini,  mengingatkan Baleg agar sesuai keputusan Ranperda Insiatif diberikan kepada Komisi untuk membahas. Namun pimpinan dewan juga harus mengetahui.

” Jangan karena sudah dipercayakan ke Komisi, sampai pimpinan dewan tidak mengetahui. Minimal panggil semua anggota dewan, sampaikan isi dari Ranperda inisiatif. Dipastikan dalam pertemuan itu akan ada banyak masukan dari anggota dewan,” kata SVR lagi.

SVR mengingatkan juga bahwa bukan banyaknya Perda Inisatif yang kita hasilkan tetapi kualitas dari Perda tersebut bermanfaat ditengah masyarakat.

” Saya berharap kita berpikir realistis mana Ranperda yang wajib dan pilihan jangan kita cantumkan dalam Prolegda.  Dan harus ada kajian konfrensif. Jangan banyaknya Ranperda pembahasanya tidak akurat,” tambahnya.

Sementara itu, Eddyson Masengi Ketua Fraksi Golkar mengatakan, belajar dari pengalaman, Perda Inisiatif yang dibuat DPRD kurang direspon oleh pihak eksekutif.

” Contoh Perda DAS Tondano. Itu sudah lama ditetapkan oleh DPRD. Tapi apa hasilnya, pihak eksekutif tidak pernah melakukan sosialisasi ditengah masyarakat. Sehingga banyak aturan yang ada dalam Perda DAS Tondano tidak pernah diindahkan masyarakat. Khususnya warga yang tinggal dibantaram sungai,” ungkap Masengi. (mom)

IKLAN
loading...