IKLAN

Mendekam di Sel Tahanan Polresta Manado

Raup Untung Jutaan Rupiah, Ini Pengakuan Pasutri Penyelundup Cap Tikus


Mobil Toyota Hilux DB 8868 J milik suami istri Harke dan Reine yang diamankan polisi karena bermuatan miras. (foto: saleh/mdoline)

Mobil Toyota Hilux DB 8868 J milik suami istri Harke dan Reine yang diamankan polisi karena bermuatan miras. (foto: saleh/mdoline)

MANADO – Tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Manado, Selasa (31/03) dini hari menggagalkan pengiriman 60 gelon minuman keras (miras) jenis Cap Tikus. Dan inilah pengakuan pasangan suami istri (pasutri) HW alias Harke dan RK alias Reine yang saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Manado.

Diakui Reine, miras tersebut dibawanya dari kampung di Desa Touluaan Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). “Rencananya miras akang dibawa ke salah satu pabrik pengolahan miras di Kelurahan Tuminting Kecamatan Tuminting. Namun sayang, kami hanya bisa pasrah setelah ditangkap polisi,” terang Reine.

Lanjut wanita berkulit sawo matang ini, terpaksa berjualan Cap Tikus karena terdesak ingin membayar wisuda anaknya. “Keuntungan yang bisa kami dapat untuk 60 gelon, mencapai Rp10 juta, itu bersih kami dapat,” kata Reine yang mengaku, ia tadinya sudah berhenti jualan Cap Tikus sejak 2014 lalu.

Diketahui, pasutri ini ditangkap Tim Resmob Polresta Manado karena curiga, mobil Hilux warna putih DB 8868 J yang melaju kencang melewati kawasan Boulevard. Setelah terjadi kejar-kejaran, akhirnya mobil tersebut berhasil dicegat dan menemukan 60 gelon Cap Tikus yang tertutup terpal berwana coklat. (alen)

IKLAN
loading...