IKLAN

Kasus Pembunuhan di Perum Bumi Kilu Permai

Saksi Sebut, Korban tidak Sadar saat Dibawa ke RS


MANADO – Sidang lanjutan kasus pembunuhan atas nama korban Rolly Wongkar (64) dengan terdakwa LR alias Opa Luki (66) warga Perum Bumi Kilu Permai Blok A Kelurahan Paniki Satu Lingkungan VI Kecamatan Mapanget, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Manado Rabu (11/3). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pasaroan Simorangkir SH menghadirkan Pihak Kedokteran yang menangani pasien Dr Yenny Kambey.

Dihadapan Majelis Hakim Jemmy Lantu SH, saksi Dr Yenny mengatakan, korban dibawa ke Rumah Sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Ya, korban sudah tidak sadar, dan waktu diperiksa, terdakwa luka lecet dibagian belakang telinga,” katanya. Ditambahkannya, saat dimintai keterangan kepada istri korban, dirinya mengatakan kalau korban telah dipukul seseorang dan jatuh ketanah. Dan sejak semalam mengeluhkan rasa sakit dibagian kepala. “Saya hanya mendengarkan keterangan istrinya, karena tidak melihat kejadian sebenarnya. Namun, apa daya dengan usaha pihak medis, korban tidak tertolong karena mengalami luka yang cukup serius,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi Senin (21/10) tahun 2014 lalu sekitar pukul 11.00 Wita, di Perum Bumi Kilu Permai Blok A Kelurahan Paniki Satu Lingkungan VI Kecamatan Mapanget. Berawal, terdakwa yang baru saja pulang dari warung usai membeli ikan, dihadang oleh korban dan kemudian dipukuli dengan batang sapu. Usai memukul, korban pun sempat mengatakan “Dasar binatang, ngana kira kita tako pa ngana”.

Nah, dari situlah terdakwa emosi. Terdakwa pun bergegas pulang dan kembali menemui korban serta membalas perkataan yang dilontarkan korban. “apa ngana bilang, nga kira kita tako pa ngana”. Dari situlah penyebab kematian korban, dimana korban mendekati terdakwa, dan kemudian memukul pipi sebelah kiri terdakwa. Tak tinggal diam, terdakwa pun kembali memukuli korban dengan tangan terkepal, hingga akhirnya korban jatuh terbentur beton jalan dan pingsan.
Saat terjatuh, korban sempat ditolong oleh salah satu warga, yang membawa korban ke rumahnya.

Setelah dirawat dirumah, korban tak sadarkan diri, keesokan harinya sekira pukul 06.00 Wita korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Sempat diinfus oleh tim medis, namun akhirnya nyawa korban tidak tertolong lagi dan kemudian meninggal dunia. Oleh JPU, terdakwa dijerat pasal 338 pasal 354 ayat 2 dan pasal 351 ayat 3 KUHP. (alen)

IKLAN
loading...