IKLAN

Sebulan Lebih, Kasus Tewasnya Tahanan di Sel Mapolres Bolmong jadi Misteri


Kapolres Bolmong AKBP William A. Simanjuntak SIK

Kapolres Bolmong AKBP William A. Simanjuntak SIK

KOTAMOBAGU – Misteri tewasnya tahanan pembunuhan Rival Djiko (24) di sel Mapolres Bolmong, belum juga terungkap. Padahal tindak kriminal yang terjadi sejak Senin 5 Januari 2015 tersebut sangat ditunggu publik Bolmong Raya (BMR). Pertanyaan pun mengemuka apakah aparat Polres Bolmong serius mengungkap siapa-siapa oknum polisi yang menghabisi warga Desa Talaga Tomuagu Kecamatan Bolang Itang Barat, Bolmut, tersebut. Praktisi hukum Muhamad Zakir Rasyidin mengatakan kasus meninggalnya Rival di sel tahanan harus berani diungkap. Dia menilai kejadian yang dialami Rival adalah tindak kriminal yang harus dilakukan penyelidikan sama seperti kasus pembunuhan lainnya. “Ini benar-benar kasus pidana. Tidak bisa dibiarkan. Artinya polisi juga harus berani mengungkap,” tegas Zakir, Senin (9/2). Bahkan dia sendiri mempertanyakan komitmen Kapolres Bolmong AKBP William A. Simanjuntak SIK untuk transparan dalam menangani kasus tersebut. “Pengungkapan kasus ini harus benar-benar transparan. Ini murni pidana. Kalaupun ada yang anggota yang hanya dapat sangsi disiplin, itu saya kira karena internal kepolisian saja. Akan tetapi bagaimana dengan hilangnya nyawa orang. Nah, ini menjadi pertanyaan. Paling tidak ada pemecatan dengan tidak hormat, kemudain diseret ke pengadilan,” tegas pengacara muda itu.
Kapolres AKBP William A. Simanjuntak SIK sendiri mengaku jika kasusnya masih sedang dalam proses. Dia menambahkan bahwa ada lima anggota yang akan segera menjalani sidang disiplin. Bahkan menurutnya, kemungkinan akan mengarah ke proses hukum. “Kalau untuk sangsi bisa saja dua-duanya. Artinya sangsi disiplin maupun sangsi pidana,” kata William saat dikonfirmasi, kemarin. Untuk lima orang anggota yang akan segera menjalani sangsi lanjut William, diluar dari tiga anggota polisi yang sudah menjalani hukuman sebelumnya. “Jadi total sementara ada delapan orang. Kan, tiga anggota sebelumnya sudah disidang. Saat ini ada lima,” ujarnya. (mara)

IKLAN
loading...