IKLAN

Selamatkan UDK, Pemkot Kotamobagu Janji Bentuk Tim Gabungan


 

Mahasiswa UDK Menyampaikan Aspirasi di DPRD Kotamobagu. (foto dok)

Mahasiswa UDK Menyampaikan Aspirasi di DPRD Kotamobagu. (foto dok)

KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu dinilai gagal menjadi mediator kisruh dua yayasan yang menaungi Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK).

Ini menyusul kisruh yang berkepanjangan yang pada akhirnya merugikan ratusan mahasiswa Bolmong Raya (BMR) dan sekitarnya yang sedang menuntut ilmu.

“Sangat disayangkan sikap pemerintah kota yang terkesan enggan mengambil alih UDK. Ini perjuangan saya bersama teman-teman, jika kami akan melanjutkan studi di Gorontalo,” sebut Samsir Buhang, mahasiswa asal Bolmut saat aksi di Pemkot Kotamobagu, Kamis (12/11) siang. Hal senada juga diungkapkan beberapa mahasiswa. Bahkan mereka telah mengeluarkan biaya puluhan juta menimba ilmu di Kampus UDK.

Buntut dari perselisihan tak berujung dua yayasan, yakni; Yayasan Pendidikan Tinggi Kotamobagu (YPTK) dan Yayasan Pendidikan Bolaang Mongondow (YPB), password portal folap pendidikan tinggi (dikti) ditutup sementara oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi.
Sementara itu Sekretaris Kota (Sekkot) Tahlis Gallang SIP menyambut kedatangan ratusan mahasiswa. Koordinator Lapangan (Korlap) Hendratno Pasambuna menyampaikan pernyataan meminta pemkot agar UDK diambil alih.

“Yang terhormat Ibu Walikota Tatong Bara, ketika berikrar dalam kampanyenya menyatakan Kotamobagu akan dijadikan kota jasa pendidikan, maka hari ini kita menuntut itu,” koar Pasambuna melalui pengeras suara.

Sekkot kemudian menyampaikan beberapa tanggapannya kepada mahasiswa. “Kita akan memperjuangkan UDK agar tidak dihapus. Untuk itu akan dibentuk tim gabungan baik pemerintah daerah, legislatif, UDK dan mahasiswa. Kita akan kejar syarat sampai ke kopertis,” tegas Tahlis sambil menyebut saat ini yang perlu diselamatkan adalah bagaimana portal itu dibuka kembali. (yoan)

IKLAN
loading...