IKLAN

Setelah Bunga Sabun, WBP Rutan Manado Dibekali Merangkai Bunga Acrilic


Kepala Rutan Manado, Akhmad Zaenal Fikri, bersama Ny Pdt Naomi Maloringan, MSi, MTeol, istri Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Sulut, dalam kegiatan ketrampilan merangkai bunga lewat bahan acrylic.

Kepala Rutan Manado, Akhmad Zaenal Fikri, bersama Ny Pdt Naomi Maloringan, MSi, MTeol, istri Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Sulut, dalam kegiatan ketrampilan merangkai bunga lewat bahan acrylic.

TALENTA dan potensi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendiami Rumah Tahanan Klas IIA Manado khususnya yang penghuni Blok Wanita benar-benar dimaksimalkan agar bila bebas nanti telah dibekali ketrampilan mumpuni saat kembali berbaur dengan masyarakat banyak.

Setelah ‘racikan’ bunga sabun yang tengah menjadi trend an kebanggaan WBP di Malendeng, kini ketrampilan baru mulai dipopulerkan yaitu merangkai bunga dengan bahan acrylic.

‘Mainan’ baru yang diperkenalkan oleh Ny Pdt Naomi Maloringan, MSi, M Teol, istri dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulut, Anhony Ayorbaba itu, disambut gembira oleh para WBP yang berjumlah 18 orang.

Bertempat di Aula Blok Wanita, sejak pagi hingga sore hari kemarin, WBP Wanita begitu antusias mempraktekkan pembuatan bunga dari bahan acrylic itu.

‘’Harapan saya, ketrampilan merangkai bunga acrylic itu akan memberikan kegunaan bagi WBP bila keluar nanti,’’ ujar Akhmad Zaenal Fikri, Kepala Rutan Manado saat memberikan sambutan.

Pria asal Lombok itu menilai hasil dan karya nyata telah menjadi tugas dari pihak Rutan kepada semua WBP tidak terkecuali agar kelak terserap semua kealiannya untuk kegunaan bersama.

Sementara itu, Ny Naomi Maloringan menjelaskan, ‘temuan’ merangkai bunga dengan bahan acrylic ini didapat saat berkunjung ke Rutan Tomohon.

‘’Setelah saya lihat ternyata sangat baik untuk diterapkan di Rutan dan Lapas buat WBP Wanita,’’ tutur wanita asal Tahuna yang lahir dan besar di Papua itu.

Dan Rutan Manado, menurut Ibu Pendeta, adalah UPTD pertama yang mendapat kesempatan merangkai bunga acrilyc ini. ‘’Setelah itu, Rutan Amurang, rencananya bulan April nanti,’’ ungkapnya.

Naomi gembira dengan besarnya antusuias dari WBP Wanita di Rutan Manado yang mampu bertahan dari pagi hingga sore hari untuk mengikuti ketrampilan ini. Apalagi, banyak yang cekatan sehingga tidak perlu memberikan banyak pelatihan lagi.

Apalagi, proses pembuatan dan bahan baku yang digunakan tidak sulit karena acrylic tersedia di pasar segar dengan berbagai pilihan warna.

‘’Memang tidak sulit karena mereka sudah terbiasa dengan merangkai bunga dari bahan baku sabun,’’ ujar Komandan Regu Blok Mawar, Jilly JH Tamunu, SH.

Menurut Lenny Wengen, salah satu WBP yang dalam kasus Tipikor mengakui bahwa ketrampilan merangkai bunga dengan bahan acrilyc ini memang terkesan lebih eksklusif dibandingkan dengan bunga sabun.

‘’Namun, ini bagus, sehingga kami banyak alternative dan pilihan untuk mengisi keseharian di Rutan,’’ ungkapnya gembira. WBP lainnya, Susan Roring juga mengakui bahwa kegiatan positif semakin memberikan nilai tambah WBP yang ada.

‘’Tentunya bila bebas nanti, kami sudah banyak pilihan untuk berusaha. Namual ketrampilan yang kami dapatkan disini,’’ ujar wanita satu putri yang tinggal menunggu hari-hari pembebasan itu. (eka)

IKLAN
loading...