IKLAN

Terkait SK Wali Kota No 01 Tahun 2015 Soal Pemberlakuan Tarif Baru

Sopir Angkot: Dinas Perhubungan Tidak Cerdas!


Wali Kota Vicky Lumentut menempel stiker pemberlakuan tarif angkot baru di sebuah mobil mikro

Wali Kota Vicky Lumentut menempel stiker pemberlakuan tarif angkot baru di sebuah mobil mikro

MANADO—Sejak terbitnya SK Wali Kota nomor 01 tahun 2015 terkait turunnya tariff angkot di Kota Manado menjadi Rp3.400 untuk umum dan Rp3.000 untuk pelajar, banyak penumpang yang mencak-mencak terhadap para sopir angkot karena masih memberlakukan tariff lama.Sebaliknya, sejumlah sopir angkot mengakui mereka belum mendapat pemberitahuan soal pemberlakuan tariff baru tersebut. “Torang belum tahu noh. Bulum ada informasi pa torang,’’ ujar Rommy, sopir angkot jurusan Kampus, Selasa (6/1).
wali kota tarif angkot2Akan halnya Maichel Legi, sopir angkot jurusan Malalayang-45. Beberapa waktu lalu ketika tariff angkot naik, menurutnya, Dinas Perhubungan langsung melakukan sosialisasi. “Wajar kalau saat ini tariff baru torang nda tahu. Karena sampe sekarang belum ada sosialisasi dari Dinas Perhubungan,’’ katanya sambil menuding Dinas Perhubungan tidak cerdas. “Pantas tiap penumpang ba bayar dorang pe muka ada yang nda tre noh,’’ ujar pria beranak dua ini.
Wajar kalau sejumlah sopir mencak-mencak terhadap Dinas Perhubungan. Pasalnya, pasca pemberlakukan tariff Angkor baru, Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut sendiri sudah melakukan sosialisasi dengan harapan langsung ditindaklanjuti Dinas Perhubungan sebagai instansi terkait.
Lumentut sendiri menempalkan stiker SK Wali Kota tersebut yang bertuliskan tariff ankot baru di sejumlah mobile angkot. “Tapi kalo so tahun bagini, torang akan menyesuaikan noh,’’ pungkas Micahel. (anre)

IKLAN
loading...