IKLAN

Tak Miliki Amdal, Komisi C DPRD Kota Manado Sidak Monaco Bay


Rombongan Komisi C DPRD Kota Manado, saat melakukan sidak di monaco bay (eks blue banter).

Rombongan Komisi C DPRD Kota didampingi BLH Manado, saat melakukan sidak di monaco bay (eks blue banter).

MANADO – Sejumlah mega proyek yang dilakukan para investor di kawasan reklamasi pantai, terus menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Pasalnya, beberapa pembangunan mega proyek diduga tidak belum memiliki kelengkapan administasi terkait dengan pembangunan-pembangunan tersebut.
DPRD Kota Manado yang memiliki fungsi pengawasan, Rabu, (04/03), melakukan inspensi mendadak (Sidak) ke- sejumlah mega proyek seperti di kawasan monaco bay (eks blue banter). Rombongan DPRD Manado dari Komisi C tersebut, terkait dengan kelengkapan administrasi berupa Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
Kedatangan Komisi C DPRD Kota Manado pun tidak bisa bertemu langsung dengan pihak pengembang yang bertanggung jawab terhadap proses pembangunan Monaco bay tersebut, dan mereka hanya diterima oleh seorang staf lapangan.

Personil Komisi C DPRD Kota dan BLH Manado, berbincang-bincang dengan staf lapangan monaco bay.

Personil Komisi C DPRD Kota dan BLH Manado, berbincang-bincang dengan staf lapangan monaco bay.

“Maaf, bapak dan ibu anggota dewan tidak bisa bertemu dengan pimpinan kami, karena mereka berada di Jakarta. Untuk masalah administrasi dan proses pembangunannya saya tidak bisa beri keterangan lebih, lantaran yang berwewenang adalah pimpinan saya,” kata seorang staf lapangan tersebut.
Setelah berbincang-bincang selama hampir 2 jam, rombongan Komisi C langsung melakukan peninjauan kondisi pembangunan eks blue banter tersebut, termasuk melihat kondisi lahan 16 persen milik Pemkot Manado.
Personil Komisi C, nampak kesal dengan sikap pihak yang bertanggung jawab dengan pembangunan Monaco bay. Pasalnya, meski belum melengkapi administrasi berupa amdal yang menjadi syarat mutlak, mereka sudah melakukan penjualan property melalui iklan.
“Ijin amdal belum ada, masa sudah melakukan penjualan melalui iklan. Ini, sebenarnya tidak boleh,” ungkap sejumlah anggota Komisi C.
Sementara, Wakil Ketua Komisi C Linneke Kotambunan dan Sekretaris Winston Monangi, mengakui pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan Monaco bay termasuk ijin amdalnya. (mejkel lela)

IKLAN
loading...