Tegas…Kemenkes Instruksikan BPOM Perhatikan Izin Edar Susu Kental Manis

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari

MANADO – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari terkait kehebohan susu kental manis yang dinilai kurang baik dikonsumsi, mengatakan masyarakat selama ini masih menganggap susu kental manis sebagai minuman bernutrisi. Konsumsi susu kental manis dengan cara diseduh dengan air panas dianggap benar dan bahkan dikonsumsi secara rutin.

“Padahal, fakta yang ada menjelaskan bahwa susu kental manis mengandung gula yang sangat tinggi dan ini berisiko meningkatkan kadar gula pada tubuh seseorang. Apalagi jika dia mengonsumsinya secara terus menerus,” tukas Kirana seperti dikutip dari okezone.com, Selasa (3/7).

Lanjut dikatakan, jika Anda memang ingin mengonsumsi susu kental manis, yang bisa disarankan dari sisi kesehatan adalah mencampurkannya pada dessert atau makanan olahan yang membutuhkan penambah rasa manis yang cukup kuat. Hal ini kemudian menegaskan bahwa susu kental manis tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi secara langsung.

Sementara, mengenai tindak lanjut pemerintah terhadap isu ini, Kementerian Kesehatan telah menginformasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan selaku pengawas izin edar untuk lebih memperhatikan produk Kental Manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi.

Sebab, susu kental manis hanya mengandung kalori yang mana itu hanya gula. Jadi, bisa dikatakan, anak yang seharusnya mengalami pertumbuhan tubuh yang baik dengan asupan nutrisi yang sehat, malah mengonsumsi gula.

Ditambahkannya, susu kental manis ini hanya sekadar susu pelengkap gizi seimbang. Ini pun dikarena kandungan kalori yang ada di dalam produk tersebut. Kalori yang terkandung di susu kental manis memang bisa menjadi penambah energi tubuh, tetapi, kelengkapan nutrisi tetap tidak bisa terpenuhi. (stenly).