IKLAN

Terindikasi Terjadi Penyalagunaan Penyaluran Beras Bencana


Berty Lumempouw

Berty Lumempouw

BITUNG-Setelah mengumpulkan fakta dan bukti tertulis, terindikasi kuat telah terjadi penyalahgunaan penyaluran beras bencana di Kota Bitung. Hal ini diungkapkan oleh Pembina Garda Tipidkor Sulut, Berty Lumempouw, kepada manadoline.com, Rabu  (23/12).

“Fakta dan bukti telah saya miliki, saya akan bawa masalah ini ke pihak penegak Hukum, ini jelas penyalahgunaan, masakan beras bencana dibagi-bagikan tanpa ada bencana,”ujar Lumempouw.
Menurutnya, dasar laporan Undang-undang Tipikor nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Akibat penyalahgunaan penyaluran beras ini juga, telah dilakukan pemeriksaan khusus dari pihak Inspektorat tanggal 14-15 Desember 2015, dengan hasil terdapat selisih kurang sebesar 12.491.80 kg belum dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Sosial.
Beras putih tanggap darurat bencana alam, masuk 37.245.60 kg, penyaluran ke-3 Kecamatan 6.000 kg, masing-masing Kecamatan yang telah menerima 2.000 kg, yakni Kecamatan Girian, Lembeh Utara, dan Maesa yang disalurkan tanggal 8 Desember 2015. Penyaluran ke-1 gereja, 1 ton tanggal 5 Desember 2015. Penyaluran setelah tanggal 19 November 2015, Kelurahan Bitung Barat 1-316.80 kg dan 243,60 kg, Kelurahan Bitung Tengah 638,40 kg, Kelurahan Pateten 3 sebanyak 156,80 Kg.
“Sementara, sisa stok beras dalam gudang, masih sebanyak 16.575kg, sedangkan Kecamatan Aertembaga belum disalurkan. ini mengakibatkan kerugian Negara, dan harus diusut tuntas,”ungkapnya. 
Ia menambahkan, dalam kurun waktu Bulan November-Desember 2015 ini, tidak terjadi bencana di Kota Bitung, ada apa sehingga harus mengeluarkan beras dengan volume yang besar.
“Jika laporan saya tidak mendapat tindakan, maka akan saya bawa ke Mabes Polri untuk tindakan selajutnya, tapi saya yakin Polres Bitung akan menindaklanjuti laporan ini,”ujarnya, sembari berharap, pihak penegak hokum memberikan ganjaran sesuai hukum yang berlaku, jika laporan tersebut terbukti ada pelanggaran hukum,” pungkasnya. (jones)
IKLAN
loading...