IKLAN

Ternyata 200 Desa Tertinggal di Sulut Butuh CSR


MANADO– 200 Desa Tertinggal memerlukan bantuan untuk usaha produktif menuju keluarga sehat. Hal tersebut, menggenjot perusahaan-perusahan harus terlibat langsung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Wakil Gubernur saat membahas

SERIUS: Wakil Gubernur Steven Kandouw saat membahas Sinkronisasi CSR dengan program OD-SK. Terlibat langsung beberapa SKPD lingkup Pemprov dan seluruh perusahaan di Sulut, Senin (30/5) (foto:Kandi/ML)

Demikian dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Sulawesi Utara (Sulut) Muh Ruddy Mokoginta.

Menurutnya, program Bina Desa juga sebagai pendukung penuh Bank Indonesia (BI) di Sulut.”Saya tertarik BI mendukung CSR, dengan program tersebut beberapa Desa Tertinggal memerlukan bantuan atau stimulan berupa pembangkit tenaga air menggunakan kincir angin. Kami mencoba membantu dengan itu,”kata Mokoginta saat rapat sinkronisasi (CSR) dengan program OD-SK, di Kantor Gubernur, Senin (30/5).

Dari 200 Desa dimaksud, contoh beberapa yang memerlukan bantuan dengan CSR yakni Kepulauan Sangihe memerlukan alat pengering ikan, mesin penggiling kopi di Bolmong, di daerah Minahasa misalnya Remboken mereka butuh kerajian batok kelapa, mesian untuk gabah,”pungkasnya. (srikandipangemanan)

IKLAN
loading...