IKLAN

Ternyata, Ini Permasalahan Serius Terkait Bitung Pusat Poros Maritim


JAKARTA-Bitung New Gateway of Indonesia in Asia Pasific. Nampaknya tak sejalan mulus. Hal ini diakui Gubernur Sulawesi utara (Sulut) Olly Dondokambey saat memaparkan permasalahan seputar keberadaan Pelabuhan Bitung.

Saat membahas bersama Kementerian Sekretaris Negara, melalui Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jumat (17/6), Olly mengatakan beberapa kendala dan permasalahan serius ditemui yaitu International Hub Port Bitung (IHP) yang ditetapkan Perpres No 26/2012.

Lanjutnya, pada tataran Implementasi hingga saat ini belum didukung oleh percepatan sarana prasarana untuk pelayanan pelabuhan pada kegiatan Ekspor Impor, serta kebijakan dari sektor terkait misalnya peningkatan status Kantor Bea dan Cukai maupun Kantor Imigrasi.

Pada sektor perikanan dan kelautan terjadi inkonsistensi kebijakan dari Pemerintah Pusat, dimana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang telah menetapkan Bitung sebagai Kota Tuna Dunia, namun disisi lain ada kebijakan Moratorium dan Transhipment yang membatasi Penangkapan Ikan.,”jelas Olly.

Hal ini mengakibatkan penurunan produksi perikanan tangkap sebesar 16.82 %, dimana pada 2014 = 22.950 ton.

Poros Maritim Jokowi, OD Sebut Bitung New Gateway of Indonesia

Sedangkan 2015, menjadi 8.762.5 ton. Sehingga berdampak besar pada Industri Penangkapan dan Pengelolaan Hasil Perikanan, terjadi PHK tenaga kerja secara besar2an ( Thn 2014 : 12.471 orang. Thn 2015 :6.358 orang ) termasuk supply bahan baku sangat berkurang,”pungkasnya. (Kandi/Hm)

IKLAN
loading...