IKLAN

Tidak Tahan Dimaki Karena Puntung Rokok, Seorang Buruh Tewas Ditikam Temannya


received_997124050373543

DB alias Deni pelaku penikaman sudah diamankan Timsus Anti Bandit Polsek Tikala. (Foto eka/ml)

MANADO – Lagi, terjadi pembunuhan di Kota Manado tepatnya di Kampung Liwas Lingkungan VIII Kelurahan Paal Dua Kecamatan Tikala yang menewaskan seorang buruh Martin Kalamu alias Atin (34) warga Lingkungan V Kelurahan Kairagi Weru pada senin dini hari (29/2). Korban dibunuh oleh DB alias Deni (22) yang tinggal disekitar tempat kejadian perkara. Korban ditemukan oleh warga, sudah tewas dengan luka menganga di sekitar rusuk sebelah kirinya dan usus yang terburai.

Menurut pengakuan tersangka, sebelum kejadian ia sedang berada di acara Ulang Tahun dan sedang miras bersama korban. Ketika pelaku hendak pulang kemudian berpapasan dengan korban dijalan, saat itu terjadi perselisihan antara pelaku dan korban karena membuang rokok dan kena ditangan korban. Lalu pelaku meminta maaf, tapi tidak digubris oleh korban kemudian lanjut memarahi dan memaki pelaku.

Deni yang sudah tidak tahan dengan makian korban langsung menikamnya di rusuk sebelah kiri. Korbanpun lari sambil memegang lukanya ke sebuah tempat pembuatan batu bata dan pelaku yang sudah takut itupun melarikan diri. Nanti 7 jam kemudian senin pukul 10.00 (29/2) jenazah korban ditemukan oleh buruh batu bata Rocky Tine. Saksi yang melihat korban sudah membusuk langsung melaporkan ke Polsek Tikala.

Anggota polisi yang datang langsung mengamankan tempat tersebut dan melakukan olah TKP. Setelah dilakukan pengembangan, Timsus Anti Bandit Polsek Tikala yang menangani kasus tersebut langsung menangkap pelaku 3 jam setelah penemuan mayat tersebut, ketiak pelaku sedang berada di sekitaran Universitas Nusantara. Tanpa perlawanan, Tim langsung membawa pelaku ke Polsek Tikala.

Sementara itu, Kapolsek Tikala Iptu. Johannes Pagayang mengatakan motif tersangka hanya tersinggung dengan makian korban. “sementara motif pelaku, ia tidak senang dengan korban kerena sudah memakinya. Pelaku yang sudah tidak tahan kemudian menikamnya.” Kata pagayang. Saat ini jenazah korban sudah berada di Rumah Sakit Prof. Kandouw Malalayang untuk diotopsi. (ekaputra)

IKLAN
loading...