IKLAN

Tim Manguni Bongkar Kasus Human Trafficking, 6 Keke Sulut Hampir Jadi Korban


2016-08-02_20.29.46

Ketiga pelaku dan korban yang diamankan Tim Manguni Polda Sulut. (Foto ekaputra)

MANADO – Kasus perdagangan manusia kembali dibongkar Tim Manguni Polda Sulut. Kali ini, 4 keke asal Manado dan 2 keke asal Bitung yang akan dijadikan sebagai pekerja di salah satu Cafe Bandara di Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara berhasil digagalkan saat akan melakukan pelayaran di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Bitung pada Selasa (02/08) sekira pukul 15.00 wita.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, menurut pengakuan dari pemilik Cafe Bandara berinisal S alias Udin (50) warga Kota Bau Bau Sultra mengatakan sebelumnya ia bertemu dengan seorang mami berinisial YE alias Yeni (40) Warga Kota Bitung untuk mencari beberapa wanita. “Saya bertemu dengan yeni, kemudian meminta untuk mencari beberapa wanita untuk bekerja di Cafe saya,” akunya.

Sang mami pun langsung mencari beberapa wanita dengan menyuruh seorang supir berinisial ET alias Eky (45) warga Kota Bitung. Setelah mendapatkan 6 orang wanita, eky langsung membawa mereka ke Kompleks Pasar Sagerat dan bertemu dengan pemilik dan mami tersebut. “Saya hanya disuruh mencari orang untuk bekerja, kemudian saya bertanya ke tetangga saya dan mereka bersedia,” kata Eky.

Tapi, belum sempat melakukan pelayaran ke Kota Bau bau, para pelaku dan korban berhasil diamankan Tim Manguni 1 Polda Sulut setelah berhasil mendapatkan informasi tentang adanya kasus Human Trafficking tersebut.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan kasus ini sudah lidik oleh Tim Manguni. “Kasus ini memang sudah lidik oleh Tim Manguni kurang lebih seminggu. Kami mengamankan 3 orang pelaku bersama 6 orang korban. Salah satu pelaku berasal dari Sultra,” kata Ratulangi.

Ia juga menambahkan masih akan melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. “Saat ini kami masih akan memeriksa saksi-saksi guna untuk melakukan pengembangan. Mereka juga menggunakan modus yang sama yaitu menggiur korban dengan gaji yang tinggi,” pungkasnya. (ekaputra)

IKLAN
loading...