IKLAN

Tim Paniki Polresta Manado Bongkar Sindikat Peradaran Uang Palsu di Sulut


2016-07-24_10.33.30

Kedua pelaku pengedar Ais dan Amad yang berhasil dibekuk Tim Paniki Polresta Manado. (Foto ist)

MANADO – Tim Paniki Polresta Manado berhasil membongkar pelaku pengedar uang palsu di Sulawesi Utara. Kasus ini terbongkar setelah Tim Paniki mendapat laporan dari Masyarakat tentang adanya peredaran uang palsu dan membekuk pelaku pengadaan uang tersebut berinisial HM aliad Ais (37) warga Kelurahan IV Lingkungan VI Kecamatan Tikala beserta barang bukti Uang palsu sebanyak Rp 6.500.000 pecahan Rp. 50.000 pada Minggu (24/07) sekira pukil 03.00 Wita.

Dari informasi yang berhasil didapatkan, kronologis pengungkapn kasus ini berawal ketika pada Selasa (19/07) Tim Paniki Rimbas 2 pimpinan Ipda Teddy Malamtiga, menerima informasi bahwa pelaku yang dicurigai pembuat dan pengedarkan upal tersebut adalah Ais. Berdasarkan laporan tersebut Tim 2 melakukan menyelidikan untuk mengetahui tempat tinggal dan tempat penyimpan Upal (Uang Palsu) yang dibuat oleh pelaku.

Dari hasil penyelidikan, Tim 2 berhasil menemukan rumah yang menjadi tempat tinggal sementara pelaku di Kelurahan Singkil I Lingkungan VII Kec. Singkil. Kemudian pada Sabtu (23/07) Tim bergerak dilokasi teraebut dan menyita barang bukti yang disimpan pelaku dikamarnya dan diletakan dibawah kasur dengan Jumlah 59 lembar kertas Upal yang belum di gunting, 1 lembar tercetak tiga cetakan upal pecahan Rp 50.000 yang berjumlah Rp 8.850.000.

IMG-20160724-WA0010

Uang palsu yang berhasil disita. (Foto ist)

Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil melacaknya berada diseputaran Kecamatan Mapanget samping SPBU Kairagi tepatnya di Cantika Salon Mobil. Sesampainya dilokasi pelaku sudah dengan cepat naik ojek mengarah ke arah kelurahan kombos, setelah dilakukan pengejaran oleh tim 2 dan berhasil menghadang pelaku dan menyita uang asli Rp.200. 000 dari tangan pelaku yang diduga bahwa uang asli tersebut merupakan hasil dari penukaran uang palsu.

Turut diamankan juga barang bukti lain upal yang disimpan pelaku di atas lemari kayu tempat cuci mobil “Cantika Salon Mobil ” dengan pecahan Rp. 50. 000 yang sudah di gunting sebanyak Rp. 6.500.000.

Kasus kemudian dikembangan, barang bukti yang diambil dari pelaku Ais yang juga turut dalam penyebaran dan pembuat upal ada juga seorang laki-laki berinisial RAG alias Iwan (30) Warga Kampung Ternate Lingkungan I Kecamatan Singkil.

Menurut informasi, Iwan yang berperan mencetak Upal dari print yang di pinjam dari seorang PNS berinisial AP alias Amad (34) Ternate baru Lingkungan IV Kecamatan Singkil.

Dari keterangan pelaku Ais, bahwa Uang Palsu tersebut telah ditukarkan atau di belanjakan diwarung-warung kecil yang berada diseputaran Kota Manado, Kota Tomohon, Tondano, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongonduw Selatan dam Kabupaten Minahasa Selatan. Upal yang di pegang pelaku di tukarkan hanya untuk warung-warung kecil.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado mengatakan pelaku dan barang bukti sudah diamankan. “Untuk kedua pelaku bersama barang bukti Upal telah diamankan ke Mapolresta Manado,” kata Marsidi. (ekaputra)

IKLAN
loading...