IKLAN

Tinutuan Sinduka, Ciri Khas Santapan Pagi Orang Gunung


Tinutuan Sinduka dengan Dadu-dabu "Kapala Ikang"

Tinutuan Sinduka dengan Dadu-dabu “Kapala Ikang”

MINSEL- Bubur Manado atau tinutuan tidak asing lagi bagi warga Kawanua. Tapi tak kalah juga makanan satu ini, sangat digemari orang Minahasa atau orang Gunung.

Dengan ciri khas dari jagung digiling halus disebut orang gunung “Beras Milu Halus” atau “Sinduka”. Jika sudah diolah dengan bahan hasil tanam lainnya seperti sayur Gedi (sebutan orang Minahasa-red), singkong/Ubi, sambiki, daun katuh, rempah-rempah campur jadilah Tinutuan Sinduka dengan perpaduan dabu-dabu “Kapala Ikang”, semakin menambah suasana pagi orang gunung apalagi makan sambil ngerumpi rame-rame.

NGERUMPI: Orang gunung menikmati Tinutuan Sinduka pagi hari (foto:Kandi/manadoline)

Orang gunung di Lansot Tareran ngerumpi sambil menikmati Tinutuan Sinduka pagi hari (foto:Kandi/manadoline)

Salah satu ibu rumah tangga gemar Tinutuan Sinduka Ivo warga Desa Lansot Timur Jaga Satu Tareran ini menyebutkan, bukan orang gunung namanya kalau tidak tahu makan Sinduka. Cara buatnya sama seperti Bubur Manado tapi membedakan disini Bubur Manado pakai beras putih tapi Tinutuan Sinduka pakai beras milu halus. Dari pantauan www.manadoline.com menurut data di lapangan di daerah Minahasa lainnya sudah jarang atau tidak lagi makan apalagi mengolah Tinutuan Sinduka, yang ada hanya orang Gunung asli Tareran Minahasa Selatan. (srikandipangemanan)

IKLAN
loading...