Truk Overload Banyak Berkeliaran, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Truk pengangkut barang diduga overload melintas di Jalan Boulevard Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tahuna- Banyaknya truk yang kelebihan muatan (overload) mengangkut barang-barang dari pelabuhan ke toko atau sebaliknya, dinilai masyarakat sangat berbahaya. Terlebih saat truk-truk itu melintasi jalan dikawasan pemukiman padat penduduk, sering sekali mengenai pohon atau kabel listrik yang ada diatas jalan. Teranyar sekitar pukul 16.00 Wita Kamis (14/11), truk berwarna hijau yang mengangkut keramik, mengalami kecelakaan di Jalan Boulevard Tidore Atas.

“Kami lihat sering sekali dijalan ini (Kelurahan Tidore) banyak yang kelebihan muatan. Akibatnya saat truk itu lewat, sering mengenai pohon atau kabel listrik. Kami khawatir ini dapat menyebabkan kecelakaan, atau bisa memutuskan kabel listrik. Kami mohon kepada pihak yang terkait, seperti Polisi atau Dishub, bisa menindak truk-truk itu.” kata Adi warga Tidore. 

Truk pengangkut keramik kamis (14/11) mengalami kecelakaan di Jalan Boulevard Tidore Atas Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Terkait hal tersebut, media ini pun mengkonfirmasi Kasat Lantas Polres Sangihe Iptu Awaludin Puhi SIK. Beliau menyatakan hal tersebut sudah sering mereka himbau, kepada para pengusaha yang memakai jasa truk pengangkutan. 

“Angkutan yang overload atau kelebihan muatan memang penindakannya di Polisi. Perlu diberitahukan bahwa kalau kita (polisi) tidak melakukan penindakan, bukan berarti kita biarkan. Kita tetap menghimbau kepada para pengusaha-pengusaha tersebut, jika ada kenderaan yang kelebihan kapasitas, kemudian menggunakan badan jalan yang besar kategorinya alat besar, perlu dilakukan pengawalan.” kata Puhi.

Pengawalan itu lanjut Kasat, adalah untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan yang lain. Bertujuan untuk menghindari kecelakaan yang terjadi di jalan raya, khususnya dijalan padat penduduk.

“Dari awal kendaraan mulai dari start, sampai menuju lokasi masuk ke dalam kota, jalan provinsi, jalan yang aktivitas padat penduduk perlu pengawalan. Tujuannya memastikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.” tegasnya.

Lanjutnya menambahkan, jikalau terjadi kecelakaan pada kendaraan alat berat atau overload, yang pertama disalahkan adalah tidak adanya pengawalan. Dan pastinya dimata masyarakat, polisi dianggap apatis. Padahal pihak polisi sudah sering mengingatkan tentang hal itu kepada para pengusaha. 

Kasat Lantas Polres Sangihe Iptu Awaludin Puhi SIK

“Itu yang sudah kami sampaikan kepada para pengusaha. Mungkin karena ini daerah kepulauan yang istilahnya, kalau tidak lewat jalan ini, mau lewat jalan mana lagi. Sehingga kita memberikan himbauan-himbauan terlebih dahulu, tidak langsung kami lakukan penindakan.” ucap Kasat.

Disinggung apakah kendaraan overload bisa dikenakan tilang, beliau membenarkannya. Hal itu sesuai dengan pasal 307, yang isinya jika pengemudi kendaraan bermotor angkutan umum barang tidak memenuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan daya angkut, bisa dikenakan pidana kurungan selama 2 bulan atau denda paling banyak sebesar Rp500.000,00.

“Penindakan tersebut dilakukan oleh kepolisian bagi yang melakukan pelanggaran, sedangkan pihak Dishub yang mengeluarkan ijin muatannya, berat atau lain sebagainya. Dan setiap kita melakukan operasi satu jam saja, atau operasi zebra yang kemarin, kita juga lakukan penilangan atau himbauan kepada para pengemudi yang membawa kendaraan yang kelebihan muatan.” ungkap Puhi.

Dirinya berharap jika seluruh pengusaha atau juga pengemudi truk agar mematuhi aturan yang berlaku. Dan pastinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya berharap agar para pengusaha atau pengemudi truk, untuk dapat mematuhi aturan yang berlaku. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan tentunya membuat semua pengguna jalan aman dan nyaman.” pungkasnya. (Zul) 

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020